Cegah Kaki Gajah, Pemkab Antar Obat ke Rumah Penduduk

Senin, 03 November 2014 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, mulai Senin (3/11) melaksanakan pemberian obat massal pencegahan (POMP ) filariasis  (kaki gajah) tahun ketiga.  POMP sudah dilaksanakan dua tahun terakhir. Dimana pada tahun pertama mencapai 87 persen dan tahun kedua meningkat menjadi 91 persen.

Sementara tahun ketiga ini masih ada sekitar 450 ribu warga Kabupaten Bengkalis yang menjadi sasaran POMP filariasis.

“Kalau bisa lebih tinggi lagi, itu makin bagus. Kalau tahun kedua bisa 91 persen, maka harapan kita pada tahun ketiga ini lebih dari itu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, H Moh Sukri saat ditemui di lokasi POMP Desa Wonosari, Senin (3/11).

Untuk mewujudkan hal ini, Pemkab Bengkalis sendiri sebelumnya sudah melaksanakan pertemuan tentang pengobatan massal filariasis dengan narasumber dr Hj Sri Suryaningsih MSc dan Hj Nina Meilina dari  Research Triangle Institute (RTI) USAID. 

Pemkab Bengkalis berharap semua sasaran di Kabupaten Bengkalis, minum obat tanpa ada yang terlewati. 

Sehingga program POMP ini berhasil baik dan tidak ada lagi masyarakat kabupaten Bengkalis yang terjangkiti penyakit filariasis.

Pada tahun pertama, kata Sukri, memang ada masyarakat yang menolak meminum obat pencegahan penyakit kaki gajah karena adanya dampak setelah meminum obat seperti mual, muntah demam, keluar cacing, mengantuk dan lainnya. 

"Adanya gejala yang timbul setelah meminum obat tersebut, sebagai reaksi umum dari obat, yang mematikan cacing di dalam perut (usus) seperti cacing gelang, kremi, cacing cambuk dan cacing tambang," ujar Sukri.

Dikatakan, pemberian obat albendazol dapat meningkatkan efek obat DEC dalam mematikan cacing filaria dewasa dan mikrofilafia. Sehingga penggunaan obat albendazol dalam pemberian obat massal filariasis juga akan efektif mengendalikan prevalensi cacing usus.

"Bila tubuh sudah terinfeksi filariasis dan tidak dilakukan pencehahan dengan minum obat albendazol dan DEC dalam POMP filariasis ini, dapat menimbulkan cacat menetap yaitu pembesaran pada kaki dan tangan, buah zakar, payudara dan alat kelamin,” ujar Sukri tanpa bermaksud menakut-nakuti.

Sukri mengharapkan seluruh petugas di 434 pos POMP yang tersebar di seluruh desa se-Kabupaten Bengkalis, bekerja dengan sebaik-baiknya. 

Bagi warga yang tidak bisa datang ke pos POMP filariasis, Sukri mengharapkan agar diantar ke rumah-rumah.

“Sambil beri obat, tunjukkan sekali brosur-brosus akan bahaya penyalit filariasis agar mereka sadar. Kita bukan menakut-nakuti, tapi itu fakta bahwa penyalit filariasis ini dampanya ya seperti itu (seperti dalam brosur-brosur,red) dan kalau sudah kena tidak bisa diobati,” kata Sukri menargetkan 2017 Bengkalis zero filariasis. [rdi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT