Kejati Riau Akan Panggil Saksi Dugaan Korupsi Jembatan Pademaran

Jumat, 31 Oktober 2014 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Sejumlah petunjuk dari hasil pengumpulan data di lapangan, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akhirnya meningkatkan status hukum dugaan korupsi pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) ke tahap penyelidikan.

Terkait dugaan korupsi dalam kasus itu, pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Riau dalam waktu dekat ini akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya. 

"Dalam waktu dekat, kami akan panggil saksi-saksi untuk diperiksa," kata Kasi Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau Mukhzan, Jumat (31/10/14) saat dimintai tanggapan kepada wartawan.

Dijelaskan Mukhzan, kasus dugaan korupsi ini mencuat, setelah pihak Kejati Riau menindaklanjuti laporan masyarakat yang menemukan adanya selisih antara realisasi proyek dengan anggaran yang sudah dicairkan.

Anggaran untuk kegiatan pembangunan Jembatan Pedamaran I yang sudah dikucurkan sebesar 66,48 persen. Padahal, data lapangan pengerjaan pembuatannya baru 62,75 persen dengan dana Rp147,40 miliar. Dari dana itu kerugian negara mencapai Rp8,77 miliar. 

Begitu juga dengan proyek Jembatan Pedamaran II. Dana yang dicairkan Rp156,42 miliar dengan bobot pengerjaan harus mencapai 68,18 persen. Ternyata, tingkat pengerjaan lapangan baru mencapai 48,27 persen dengan jumlah dana Rp110,75 miliar. Disinyalir, negara menderita kerugian mencapai Rp45,67 miliar.

"Proyek jembatan yang dibangun saat Bupati Annas Maamun menjabat, diduga berpotensi merugikan negara sekira Rp54,44 miliar," beber Mukhzan. [din-rt]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT