PDAM BengkalisTerus Berinovasi untuk Kesejateraan

Kamis, 30 Oktober 2014 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Berbagai inovasi dilakukan Direktur PDAM Kabupaten Bengkalis, Nova Novianti dalam rangka menciptakan keharmonisan kerja dan kesejahteraan karyawan, Kamis (30/10).

Hal ini diungkapkan Nova dalam press releas kepada wartawan, Kamis siang, terkait munculnya berbagai tuntutan dari karyawan PDAM cabang Sungai Pakning.

Menurut Nova, pada tanggal 24 September 2014 lalu, melalui surat nomor: 006/PK/FSBK-SBSI/IX/2014, SBSI menyampaikan tuntutan dan telah ditindaklanjuti dengan mengajukan due dilligent dan pemeriksaan bidang ketenagakerjaan kepada Disnakertrans Kabupaten Bengkalis.

"Saat  ini masih dalam proses pemeriksaan oleh Disnakertrans Kabupaten Bengkalis. Namun untuk hasil sementara, antara lain komponen upah terdiri dari gaji pokok dan tunjangan yang diberikan kepada setiap karyawan PDAM telah melebihi UMK Kabupaten Bengkalis.  Khusus tenaga honorer menggunakan UMK tahun 2013 dan selisih telah dikirimkan langsung ke rekening tenaga honorer Cabang Sungai Pakning," ulas Nova.

Lebih jauh Nova memaparkan, semasa kepemimpinannya,PDAM telah berupaya meningkatkan kesejahteraan melalui beragam insentif. 

Lembur masih dalam proses perhitungan dan audit terkait dengan kewajaran jam kerja yang saat ini diajukan. 

Disamping itu karyawan PDAM telah terdaftar di BPJS kesehatan dan tidak ada tunggakan terhadap jamsostek yang disubsidi oleh Perusahaan.

"Sedangkan SOP dan pakta integritas merupakan tindaklanjut dari audit tahun 2011 dan 2012. SOP diimplementasikan agar PDAM memiliki standarisasi dalam administrasi dan operasi pelayanan air bersih oleh PDAM Kabupaten Bengkalis dan sebelumnya diterbitkan nota dinas pada tahun 2011 sebagai antisipasi sebelum SOP diterbitkan," pungkas Nova.

Sehubungan PDAM Cabang Pakning menolak menjalankan SOP dan peraturan perusahaan yang ada,  akan berpengaruh kepada proses realisasi dan laporan pertanggungjawaban cabang itu sendiri. 

Jadi saran yang dapat diberikan agar ajuan Cabang Pakning dapat terealiasi dan berjalan dengan lancar adalah mengikuti SOP dan peraturan perusahaan yang ada.

"Untuk mengetahui hambatan dan sumber permasalahan secara terperinci PDAM Cabang Pakning dan bidang terkait akan dilakukan audit lengkap agar situasi seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari," kata Nova menjelaskan.

Adapun mengenai peraturan perusahaan, juga dijelaskan Nova, telah didaftarkan dan diuji kesesuaiannya dengan ketentuan yang lebih tinggi sehingga terbitlah surat dari Disnakertrans. 

Dalam penerapannya tidak ada penekanan atau pemaksaan mengikuti peraturan tersebut, karena terkait dengan hak dan kewajiban antara pekerja dengan perusahaan.

"Absensi finger print merupakan alat digital pengganti absensi manual yang dipergunakan sebagai evaluasi kehadiran dari pegawai. Absensi tersebut dirusak dan tidak dapat dipergunakan di Cabang Pakning sehingga dilakukan penggantian agar bukti kehadiran pegawai tercatat. Pelaksanaan absensi digital diterapkan diseluruh cabang PDAM Kabupaten Bengkalis jadi tidak ada ketimpangan dalam implementasinya," jelas Nova.

Sedangkan terkait fasilitas sarana dan prasarana, Nova menjawab, yang dimaksud telah diusulkan melalui APBD Kabupaten Bengkalis dengan nama kegiatan Bangunan Penunjang Cabang Sungai Pakning pada tahun 2012, 2013 dan 2014. 

Namun sehubungan dengan keterbatasan dana maka diprioritaskan kepada yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat pelanggan seperti ketersediaan air baku. Sehingga PDAM akan mengajukan kembali pada tahun anggaran 2015. [rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT