Tersangka Korupsi: Kejari Bengkalis Tahan Dirut PT BLJ

Rabu, 29 Oktober 2014 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Direktur Utama PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ), Yusrizal Andayani, Rabu (29/10) sore ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Bengkalis dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Bengkalis. Yusrizal ditahan dalam perkaraan tindak pidana pencucian uang (TPPU) penyertaan modal Pemda Bengkalis Rp300 miliar ke PT BLJ. Dalam perkara ini negara dirugikan Rp200 miliar.

Selain Yusrizal, masih dalam perkara perkara tindak pidana pencucian uang pihak kejaksaan juga akan menetapkan dua tersangka baru, yakni petinggi dua anak perusahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bengkalis (PT BLJ).

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bengkalis, Yanuar Rheza kepada wartawan di Lapas Kelas II B  Bengkalis.

"Dalam perkara ini kerugian ngaranya Rp200 miliar. Masih dalam perkara TPPU, dalam waktu dekat kita akan menetapkan dua tersangka baru masing-masing berinisial AS dan DS," kata Rheza kepada wartawan di depan Lapas Kelas II Bengkalis, Rabu sore.

Selain itu, masih terkait perkara TPPU dngan tersangka Yusrizal Andayani, penyidik kejaksaan telah menyita 24 rekening milik PT BLJ yang trsebar di berapa bank dan kenderaan operasional perusahaan.

Seperti diberitakan, pasca mendapat kucuran dana segara Rp300 miliar yang bersumber dari APBD Bengkalis, PT BLJ membentuk dua anak perusahaan untuk membangun pembangkit listrik PLTU di Pinggir  dan PLTG di Bukitbatu yaitu PT Sumatra Timur Energi dan PT Riau Energi Tiga. Untuk membangun pmbangkit listrik tersebut, PT BLJ bekerjasama dengan PT ZUG.

Namun, belakangan ternyata pembangkit listrik trsebut belum dibangun dengan alasan belum ada kesepakatan pembelian daya oleh PT PLN dari pembangkit yang akan dibangun PT BLJ dan PT ZUG.

Sialnya, masalah ini kemudian menjadi perhatian penegakan hukum dan kemudian pihak kejaksaan melakukan pnyelidikan dan kemudian meningkatkan menjadi penyidikan.

Terkait penyidikan perkara dugaan korupsi ini, penyidik Pidsus Kejari Bengkalis sudah memanggil Ade Rahman dan Hari Surianto yang merupakan mantan General Keuangan PT BLJ Kabupaten Bengkalis serta Hengki Leo sebagai Komisaris PT ZUG, yang diduga sebagai pemilik saham PT RET dan STE sebagai pelaksana proyek PLTGU 2 x 35 MW di Desa Balai Pungut, kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. [rdi]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT