Tiga Tersangka Dugaan Kridit Fiktif BRI Belum Ditahan

Rabu, 22 Oktober 2014 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Kasus dugaan kridit fiktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Batang Cenaku terhadap Koperasi Unit Desa (KUD) Rahaya Makmur, Desa Bukit Lipai, Kecamatan Batang Cenaku, yang diperuntukan bagi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah sekitar 2 tahun berjalan dan belum juga ada tanda perkembangan kasusnya yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Dalam kasus ini penyidik Kejari Rengat padahal sudah menetapkan tiga orang tersangka yang di duga telah merugikan negara senilai Rp 2 miliar. Dari tiga tersangka, dua diantaranya merupakan mantan karyawan BRI, masing-masing inisial IJ dan RS. IJ merupakan mantan Kepala BRI Unit Batang Cenaku dan RS adalah mantan BRI Unit Batang Cenaku. Sedangkan satu tersangka lagi adalah mantan Ketua KUD Rahayu Makmur berinisial SI.

Kepala Kejari Rengat, Teuku Rahman dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/10) mengakui belum melakukan penahanan terhadap tiga tersangka kasus dugaan KUR fiktif di BRI. "Memang sampai saat ini kami belum melakukan penahanan karena ada kendala saksi yang kami panggil enggan hadir untuk memberikan keterangan," kata T. Rahman.

Menurutnya, dari 20 saksi yang sudah dipanggil untuk dimintai keterangan, sampai saat ini hanya satu saksi yang sudah hadir.

Menurut Teuku Rahman lagi, belum dilakukan penahanan terhadap tiga tersangka karena Kejari Rengat harus benar-benar mematangkan pemeriksaan terhadap saksi. Sebab proses penahanan mempunyai batas waktu tertentu.

"Meski demikian, kasus ini tetap akan kami tindak lanjuti. Jika memang seluruh bukti sudah lengkap pasti akan kami beritahukan lagi kepada rekan-rekan media," jelasnya.

Selain kasus KUR dugaan fiktif BRI Unit Batang Cenaku dengan KUD Rahayu Makmur, Kejari Rengat juga tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan kredit komersial fiktif KUD Rahayu Makmur dengan  Bank Negara Indonesia (BNI) senilai Rp 4 miliar. [set].

 

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT