PT Sara Rasa Biomas Buang Limbah Cair Ke Laut Selat Air Hitam

Senin, 20 Oktober 2014 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - PT Sara Rasa Biomas diduga membuang limbah ke laut Selat Hitam yang berlangsung kurang lebih 3 tahun lamanya sejak perusahaan yang bergerak di bidang pengelohan kulit batang sagu sebagai bahan baku ekspor beroperasi di Kabupaten Meranti. Limbah yang dihasilkan perusahaan ini berupa limbah cair dan padat sehingga puluhan nelayan tradisional di wilayah ini kehilangan mata pencaharianya.

Berdasarkan hasil investigasi wartawan media ini bersama aktifis lembaga surve independen Kabupaten Kepulauan Meranti bersama perwakilan nelayan Desa Bokor di Sungai maupun Laut Selat Air Hitam, yang merupakan wilayah operasional PT Sara Rasa Biomas, menemukan perusahaan tersebut membuang limbah ke laut. Hasil investigasi selama dua hari berturut-turut, Jumat dan Sabtu tanggal 17-18 Oktober 2014, ternyata perusahaan pengelolaan kulit sagu (ruyung, red) jadi bahan industri pallet atau di jadikan sebagai pembangkit energi listrik/bioenergi dan melakukan pembuangan limbah cair ke sungai dan ke laut secara langsung.

Limbah cair yang berwarna hitam pekat dan menimbulkan bau yang menyengat langsung di buang ke Sungai yang selanjutnya mengalir ke Laut Selat Hitam,Sehingga bukan ikan atau makluk hidup di sungai itu mati, namun rumput dan pepohonan di pinggir sungai terlihat mengering.

Seperti terlihat daun pohon juga ikut mengering hingga mati di lokasinya yang berada di belakang dan samping kanan tempat beroperasinya PT Sara Rasa Biomas tepatnya di sungai yang bersebelasan dengan bekas kilang PT National Timber. Saat ini setidaknya ada sekitar tiga titik tempat pembuangan limbah cair ke arah sungai.

Untuk diketahui PT Sara Rasa Biomas sudah menjalankan operasinya lebih kurang tiga tahun di wilayah itu. Parahnya lagi, perusahaan pengelola sumber energi listrik dari bahan baku kulit batang sagu itu ternyata melakukan pembuangan limbah cair dari pabrik ada yang langsung dialirkan ke dasar laut. Hal ini terlihat jelas dari adanya pipa dari pabrik yang di masukan kedasar laut.

Thamrin salah seorang nelayan dari Dusun Manggis Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat menjelaskan, sejak perusahaan ini beroperasi, mereka telah membuang limbah cair berwerna hitam kental ke anak sungai maupun ke laut. [def]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT