Kasatpol PP: Pekat Membahayakan Perkembangan Generasi Muda

Sabtu, 18 Oktober 2014 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Ir Abdul Jumrah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja sangat miris melihat kondisi Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kabupaten Kampar yang masih menjamur dan harus diberantas dengan tegas dan dukungan bersama seluruh pihak.

"Pekat adalah penyakit yang paling membahayakan perkembangan generasi muda, maka perlu tindakan tegas dan gerak bersama serta dukungan semua pihak untuk membasminya," ujar Jumrah, kemarin (17/10).

Sebelumnya, Jumat (17/10) malam sebanyak 13 orang perempuan pelayan cafe di SP II Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang dan di Kelok Sembilan Kecamatan 13 Koto Kampar telah terjaring razia tim yustisi Kabupaten Kampar, Riau.

"Dari 13 orang yang diamankan di Markas Polisi Pamong Praja ini, 5 orang pemilik cafe, 8 orang adalah perempuan yang bekerja sebagai pelayannya, semua sudah kita amanakan dan sekarang sedang diproses dibuatkan Berita Acaranya oleh anggota Pol PP untuk dilanjutkan ke tindak pidana ringan melalui kejaksaan dan pengadilan," jelas Jumrah.

Jumrah mengakui, pekat di Kampar sulit diberantas, setelah ditangkap, terjaring lagi yang lain, menurutnya itu disebabkan lemahnya peraturan sangsi dan denda untuk mereka, “Mestinya kita rubah peraturan sangsi dan denda yang sudah ada dalam aturan itu, supaya dapat memberikan efek jera bagi mereka,” terangnya.

Selain itu, Dinas PU Cipta Karya diharapkan juga dapat melakukan tindakan teguran kepada mereka yang mendirikan Café tanpa izin itu untuk diberikan sangsi pembongkaran, sebab lanjut Jumrah, “Pemda tidak akan memberikan izin kepada usaha masyarakat yang menimbulkan keresahan atau berdampak munculnya pekat,” terangnya.

Kendati demikian, Jumrah berharap, Forkopimda juga mendukung atas perubahan aturan dan tindakan lanjutan pembongkaran atau upaya pemberantasan pekat itu, “Tanpa dukungan Forkopimda maka sulit dapat kita wujudkan membasminya dari negeri Serambi Mekkah ini,” ujarnya. [ang]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT