Biaya Fusi Reaktor Nuklir Lebih Murah dari Listrik Batubara

Kamis, 16 Oktober 2014 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sejumlah insinyur dari University of Washington tengah berupaya menciptakan reaktor “Fusi” yang jika berhasil diperbesar dapat menyediakan reaktor dalam skala prioritas. Bahkan, reaktor ini memiliki biaya yang bersaing dengan pembangkit listrik bersumber dari batubara.

Sebagaimana dilansir dari Gizmag, Fusi nuklir pada teknologi reaktor fusi diciptakan dengan cara menggabungkan atom hidrogen agar terbentuknya helium. Proses ini melahirkan banyak sekali jumlah energi. Menurut penulis ilmiah Ben Bova, energi ini dalam bentuk satu gelas setara dengan jumlah energi yang dihasilkan setengah juta barel minyak mentah.

Cara tersebut juga lebih aman dibandingkan pembangkit listrik tenaga nuklir yang berdasarkan proses pemecahan atom berat. Tidak akan ada risiko penyebaran radiasi lewat udara.

Namun, cara ini masih terlalu jauh dan mahal untuk diaplikasikan secara luas. Pada 1950an, reaktor fusi dianggap akan tersebar luas 25 tahun mendatang. Namun, kenyataannya berkata lain dan saat ini pun masih jauh dari kenyataan.

Secara teori, untuk menciptakan fusi di Bumi tanpa harus melibatkan atom, sebuah mesin yang mampu menciptakan kondisi di dalam matahari mesti tersedia. Pada dasarnya, mesin tersebut adalah sebuah reaktor fusi raksasa. Artinya, sebuah tempat yang cukup panas dan di bawah tekanan besar agar proses fusi bisa dimulai.

Namun, permasalahan terbesar adalah menyeimbangkan persamaan energi, yakni membuat hidrogen melakukan fusi ditambah memproduksi energi tanpa harus memompa ke reaktor adalah hal yang rumit. Walaupun hal tersebut berhasil dilakukan, energi tersebut mesti dihasilkan dengan biaya rendah agar dapat bersaing dengan energi konvensional.

Lockheed Martin, perusahaan terkemuka Amerika yang bergerak di bidang sekuritas, pertahanan, angkasa dan teknologi mengatakan reaktor yang berbasis fusi nuklir akan tersedia dalam jangka waktu satu dekade.

Fusi nuklir dipercaya mampu menghasilkan 10 juta kali energi lebih banyak dibandingkan pembangkit listrik tenaga fosil, sebagaimana dilansir Ibtimes, Kamis (16/10/14).

Perusahaan ini mengklaim telah menghasilkan terobosan teknologi yang memungkinkan penciptaan reaktor pertama yang cukup kecil untuk muat di belakang truk dalam beberapa dekade ke depan.

Tujuan awalnya adalah keinginan untuk membangun reaktor 100 megawatt berukuran dua sampai tiga meter. Ukuran ini sekitar sepuluh kali lebih kecil dibandingkan reaktor yang tersedia sekarang.

Lockheed mengatakan penelitian selama 60 tahun yang dilakukannya dalam bidang fusi menunjukan jika sumber energi ini lebih aman dan efisien. [ok]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT