Dugaan Konspirasi, Pemilik Media Ancam Laporkan Sekwan

Rabu, 15 Oktober 2014 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Terkait pemberitaan yang kurang menyenang pihak Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Pekanbaru Ahmad Yani, sebuah media terancam kerjasama bidang periklanan, advertorial dan galeri. Padahal media tersebut sudah masuk dalam paket kerjasama sementara perusahaan media lain yang berbadan hukum tidak sesuai aturan mendapat bagian di Sekretariat Dewan.

Elfis mengetahui persoalan perusahaan media nya tidak diikutkan dalam kerjasama tentu berang dan mengancam bakal melaporkan pihak terkait ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru dalam dugaan konspirasi penganggaran untuk media massa dalam bentuk iklan, galeri foto dan advetorial. 

“Saya sekarang berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk melaporkan dugaan dugaan penyalahgunaan anggaran yang ada di Humas Sekretariat DPRD Pekanbaru. Dalam waktu dekat kita serahkan laporan tersebut ke pihak Kejari Pekanbaru,’’ kata Elfis, pemilik portal berita riau-global.com dan Surat Kabar Umum (SKU) kepada sejumlah media di Pekanbaru, Rabu (15/10/14) malam. 

Menurut Elfis, sebelumnya media yang ia kelola sudah masuk dalam kerjasama dengan Humas Sekretariat DPRD Pekanbaru dalam APBD Perubahan 2014. Tetapi kontrak kerjasama itu terancam dihentikan karena media yang dikelola Elfis memberitakan soal negatif tentang Bimtek “Bodong” yang diikuti sejumlah anggota DPRD Kota Pekanbaru periode 2009-2014, memakai anggaran APBD tahun 2013. 

“Karena telah memuat berita tersebut, Riau Global diancam dihentikan kerjasama dalam hal pemasangan iklan, galeri foto atau advetorial,’’ tukasnya. 

Padahal, tambah Elfis, beberapa media massa baik portal maupun media cetak, tidak murni berbadan hukum sesuai dengan peraturan Dewan Pers. "Sebuah media harus berbadan hukum. Kalau industri pers berbentuk CV itu adalah badan usaha. Tetapi banyak media yang berbentuk CV ini yang mendapatkan kontrak iklan, galeri foto atau advetorial," ucapnya.

Sekwan DPRD Kota Pekanbaru, Ahmad Yani yang dikonfirmasi melalui pesan SMS tidak mau menganggapi masalah itu. [din]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT