Terkait SP3 Eva Yuliana, Gerak Tuntut Kapolda Mundur

Selasa, 14 Oktober 2014 - 00:00:14 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Puluhan Massa yang menyebut dirinya sebagai Gerakan Rakyat Kampar (Gerak) menggelar orasi di depan Mapolda Riau, Selasa (14/10/14). Mereka menuntut Kapolda Riau angkat kaki dari Bumi Lancang Kuning, karena dinilai telah bersikap tak wajar, atas ketetapan SP-3 dalam kasus dugaan penganiayaan oleh Eva Yuliana.

"Kalau butuh duit bilang pak, jangan rakyat yang dijadikan korban, sudah jelas Eva secara sah terbukti bersalah, kenapa bisa ditetapkan SP-3, hukum apa ini, polisi disogok berapa?," teriak koordinator demo Rahmat.

Masa menilai, penegak hukum dalam hal ini polisi, telah melakukan kompromi dengan Eva Yuliana, istri Bupati Kampar, sehingga akhirnya penyidik mengeluarkan penghentian penyidikan (SP-3). Sebab itulah, Masa Gerak inginkan polisi mengusut tuntas dan berani menangkap istri bupati Kampar tersebut.

"Jika orang bawah bermasalah, sebentar saja sudah bisa jadi tersangka, ini pejabat, berbulan-bulan masih belum ada kepastian, dan malahan sudah SP-3," lanjutnya.

Selain itu, masa juga menuntut agar Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan, hengkang dari Riau. Pasalnya, ia menjadi sorotan utama sebagai pemegang kuasa kepolisian, dalam penetapan SP-3 tersebut. "Saat Kapolda masih seumur jagung menjabat, ia sudah berani mengecewakan rakyat," lanjutnya.

Dalam demonstrasi ini, sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan kepolisian yang memberikan penjagaan persis di depan gerbang. Ini dipicu, karena tuntutan masa untuk bertemu Kapolda tidak ditanggapi. Setelah dilakukan mediasi, akhirnya 4 perwakilan pendemo diperbolehkan masuk untuk berkomunikasi langsung dengan aparat. [din-grc]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT