Sofyan: Implementasi Kurikulum 2013 Dinas Harus Monitoring

Ahad, 12 Oktober 2014 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com – Monitoring terhadap implementasi kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar harus terus dilakukan.  Berbagai kelemahan baik sarana maupun SDM, tidak mustahil ada sekolah-sekolah yang masih memiliki hambatan dalam pelaksanaannya, sehingga proses belajar mengajar kurang berjalan secara maksimal.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Bengkalis asal Kecamatan Bantan, Sofyan kepada wartawan, Minggu (12/10). 

“Monitoring atau pendampingan oleh Dinas Pendidikan maupun UPTD Dinas Pendidikan penting untuk dilakukan. Dari monitoring ini, nanti bisa diketahui apa saja kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah, dan apa solusinya,” ujar mantan Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis ini.

Dikatakan, walau bersifat tidak resmi, ada sejumlah orang tua yang mengeluhkan tentang proses belajar mengajar dengan kurikulum 2013. 

Seperti tidak jelasnya materi pelajaran yang harus dilanjutkan oleh para siswa di luar sekolah. Sehingga para orang tua bingung apa yang harus mereka ajarkan kepada anak-anak pada saat malam hari. Kemudian ada lagi, sekolah yang mengharuskan para siswa untuk membuat pra karya di luar sekolah hampir setiap minggu.

"Menurut saya, dari pihak sekolah seharusnya menjelaskan kepada para siswa, materi apa saja yang harus dipelajari di rumah. Kemudian untuk pra karya, apa memang biayanya harus dibebankan ke siswa. Kalau sebulan sekali mungkin masih bisa dimaklumi, tapi kalau dalam sebulan sampai tiga empat kali tentu memberatkan. Jangan sampai program kita menggratiskan biaya pendidikan, tapi malah terbebani dengan biaya lain-lain," papar Sofyan.

Keprihatinan lainnya, Sofyan mengatakan, soal metode mengajar yang diterapkan oleh para guru.  Dalam menyikapinya Dinas Pendidikan perlu memonitoring guru-guru yang metode mengajarnya masih menggunakan pola-pola lama. 

Sama sekali tidak ada kreatifitas, bahkan untuk soal yang ada di buku pun harus melihat kunci jawaban.  

"Tidak ada gunanya buku yang dipegang berbasis kurikulum 2013 tapi cara mengajar masih menggunakan pola-pola lama. Ini perlu menjadi perhatian serius bagi Dinas Pendidikan," kata Sofyan. [rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT