Hot Spot Nihil, Bengkalis Masih Diselimuti Kabut Asap

Kamis, 09 Oktober 2014 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Kendati tak ada titik api, namun mayoritas wilayah Kabupaten Bengkalis mulai ditutupi kabut asap yang cukup tebal sejak beberapa hari belakangan ini. Pada Kamis (9/10) dari pagi hingga siang, udara di Bengkalis terlihat mendung bukan oleh awan hujan, tetapi  karena tebalnya kabut asap.

Kendati demikian, belum ada warga yang mengenakan masker untuk melindungi kesehatannya, termasuk anak-anak. 

Demikian juga dengan aktifitas warga maupun pelayaran di Selat Bengkalis masih terlihat lancar. 

Informasi yang diperoleh kabut asap yang menyelimuti Bengkalis merupakan kiriman dari kabupaten/kota lain di Riau, termasuk dari provinsi tetangga.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bengkalis Arman AA yang dikonfirmasi kemarin membenarkan kalau kabut asap sejak empat hari belakangan mulai menebal. 

Bahkan pada Kamis kemarin, ketabalan kabut asap mulai membuat badan terasa gerah, namun BLH Bengkalis menilai kondisi udara ini belum bisa dikatakan pada tahap membahayakan.

“Dari alat pemantau kita, kondisi udara memang dipenuhi kabut asap, tetapi belum membahayakan kesehatan. Untuk itu kita mengimbau kepada masyarakat untuk mengenakan masker bila berkendaraan sepeda motor, terutama bagi anak-anak,” imbau Arman.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Bengkalis Mohammad Jalal kepada wartawan mengatakan, setakat ini belum ditemukan adanya hot spot (titik api,red) di Kabupaten Bengkalis. 

Menurut Jalal, kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di daerah lain.

“Sejauh ini belum ada hot spot ditemukan disemua kecamatan dan desa di kabupaten Bengkalis. Kabut asap yang melanda Bengkalis saat ini merupakan kiriman dari kabupaten/kota lain di Riau yang mengalami kebakaran hutan dan lahan,” papar Jalal.

Walau demikian, ia mengimbau kepada masyarakat ataupun perusahaan perkebunan agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka perkebunan.

“Kita senantiasa mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan. Ancaman bagi yang membakar lahan adalah sangsi pidana, karena membahayakan lingkungan dan kesehatan orang lain,” tegas Jalal.  [rdi]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT