KPK Buru Aliran Dana ke Anggota Komisi VII

Kamis, 15 Mei 2014 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

KPK resmi menetapkan Sutan Bhatoegana sebagai tersangka suap dari Kementerian ESDM. Langkah selanjiutnya, aliran dana pada para anggota, termasuk Wagubri Arsyadjuliandi Rahman didalami karena sebelumnya duduk dalam di komisi VII.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP saat dikonfirmasi terkait pengembangan kasus tersebut pasca Sutan Bhatoegana ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (14/5) di Gedung KPK Kuningan, Jakarta.

"Saat ini Penyidik KPK terus mendalami dan mengemabngkan kasus ini, termasuk aliran dana ke sejumlah anggota Komisi VII yang diduga ikut terlibat berdasarkan kesaksi salah satu saksi," kata Johan Budi.

Ditegaskan Johan, KPK tidak akan menghentikan kasus ini setelah Ketua Komisi VII DPR Bidang Energi ditetapkan sebagai tersangkan. "KPK tidak akan menghentikan kasus ini, biarpun Ketua Komisi Energi DPR ditetapkan tersangka," ujarnya.

Komisi VII DPR Bidang Energi dianggotai dua anggota asal Riau, yakni Arsyadjuliandy Rachman yang saat itu belum menjadi wakil gubernur Riau dari Partai Golkar dan Sutan Soekarnotomo dari Partai Demokrat.

Hari ini Sutan menjadi tersangka setelah penyidik KPK mengembangkan kasus dugaan korupsi di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

"Telah ditemukan sedikitnya dua bukti permulaan yang cukup dan disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh tersangka SB," kata Johan Budi.

Sutan sendiri dijerat dengan Pasal 12 a atau b, atau Pasal 11, atau Pasal 12 B, Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu Kitab UU Hukum Pidana. "SB diduga menerima hadiah atau janji terkait jabatan dan fungsinya sebagai Anggota DPR," sebut Johan. [rtc-din]