APBD Rohul 2014 Disepakati menjadi Rp 1,77 T

Jumat, 25 April 2014 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Google +

[metroterkini.com] - Paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Rohul Tahun 2014 terkait jawaban Badan Anggaran (Banggar), sekaligus pengambilan keputusan Ranperda berlangsung tegang di Kantor DPRD Rohul Jalan Panglima Sulung, Kota Pasir Pangaraian, Kamis (24/4).

Rapat paripurna sempat molor sesuai jadwal yang akan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB, karena anggota dewan belum kuorum, setelah menunggu hingga pukul 12.00 dengan kehadiran anggota dewan terhormat sebanyak 25 orang dari 35 anggota dewan di Rohul. Barulah Ketua DPRD Rohul membuka secara resmi dan terbuka untuk umum.

Rapat paripurna tersebut selain dihadiri Ketua DPRD Rohul H. Hasanudin Nasution, SH turut Wakil Ketua DPRD Rohul Erizal, ST, Wakil Ketua DPR Rohul Nurcholis, Wakil Bupati Rohul Ir. H. Hafith Syukri, MM, Setdakab Rohul Ir. Damri Harun, MM 25 anggota DPRD Rohul, Kepala Dinas, Badan, Kantor, unsur Forum Kominikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Rohul dan lainnya.

Dalam laporan Banggar terhadap jawaban Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melalui juru bicara Banggar Drs. Adam Syafaat, MA, pembahasan ditingkat Banggar dan TAPD berlangsung cukup dinamis, banyak kritikan, saran dan pendapat pada setiap pembahasan, untuk memberi anilasa sehingga tercipta prioritas anggaran.

Lanjut, Adam Syafaat lagi, hasilnya pembahasan yakni pendapatan Kabupaten Rohul secara akumulatif yang akan tertuang dalam RAPBD Rohul tahun 2014 yakni Rp  1.662,963.993.331 dengan belanja langsung sebesar Rp 1.22 T, belanja modal Rp 530 M, surplus dan devisit Rp 96 M, jadi total keseluruhan yakni Rp 1,77 T.

Rapa paripurna itu mendapat intruksi dari Politisi Partai Golkar Nono Patria Pratama, SE audit multi years harus ada audit BPK RI, dana hibah, dana swakelola, kemudian ditanya terkait penandatanganan KUA PPAS kemudian sempat sidang diskor sekitar 60 menit.

Setelah mendapat kesekapatan dan KUA PPAS dalam penatandatangannya, sampai tiga kali Ketua DPRD Rohul menanyakan pada anggota dewan untuk menyepakati kalau RAPBD disepakati menjadi APBD Rohul tahun 2014, hampir semua angggota DPRD mengatakan kata sepakat.

Wabup Rohul dalam sambutanya, penuyusan telah melalui tahapan sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga RAPBD telah disahkan menjadi Perda APBD tahun 2014, pengesehan APBD sebagai langkah awal berjalannya program pemerintah dan DPRD.

Pembahasan dilakukan secara bersama sangat menyita waktu tenaga dan fikiran antara legislatif dan eksekutif, apalagi saat ini masa-masa Pemilihan Legislatif (Pileg), sehingga menjadi tolak ukur untuk pembangunan ke depan.

"Kami menyadari keterlamabatan pengajuan anggaran ke DPRD, tapi itu tidak mengungurangi nilai program kita kedepannya," ujarnya.

Kepada SKPD dihimbau mempercepat program-program pembangunan tersebut, APBD tersebut, komposisi sudah mendekati perbandingan yang ideal antara belanja langsung 41 persen dan belanja modal 59 persen, padahal semesatinya 60-40, ini membuktikan tetap berkomitmen semua aspek untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Untuk operasional pemerin mudah-mudah komposisi tetap bisa dipertanahakan, setelah RAPBD disahkan hari ini dengan verifikasi ke Provinsi Riau, secara aturan memakan waktu selama 15 hari, sehingga bisa berjalan dengan baik.

"Kita berharap fungsi Anggota DPRD Rohul pada pengesehan tidak hanya pengesahan tapi pada pengawasannya di masa-masa mendatang," tutup Hafith.

Setelah menyampaikan sambutan Ketua DPRD Rohul langsung mengetok palu paripurna pukul 15.45 menit, langsung disambut dengan tepuk tangan baik anggota maupun pimpinan satker. [advertorial-humas]