Hamil Tak Dinikahi, Pacar Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 01 April 2014 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

Pasirpangaraian - Seorang gadis di bawah umur (ABG) di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau berinisial YE (16) ketuhuan hamil hampir lima bulan ini. Gadis belia yang hanya tamat SMP itu mengaku dipaksa berhubungan badan dengan pacarnya berinisial NAN (17), namun tidak dinikahi.

Pengakuan YE, kejadian itu terjadi pada 20 November 2013 lalu. Saat itu, NAN datang ke rumahnya dan mengajaknya untuk menjenguk temannya yang sedang sakit. Namun saat itu, bukannya ke rumah temannya, justru NAN malah membelokkan sepeda motornya ke kebun kelapa sawit milik warga.

Di kebun sepi itu, menurut YE pacarnya telah mengagahinya sebanyak tiga kali sampai dia harus menanggung malu akibat janin hasil hubungan terlarang yang dilakukan pacarnya saat itu. Saat ini kandungan korban telah masuk usia hampir lima bulan.

"Aku sempat melawan. Tapi tubuhku lemas. Tiga kali aku dikerjainnya bang," ungkap YE sedih mengungkap masa lalunya bersama pelaku yang juga kekasih.

Korban yang tinggal di Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara Rokan Hulu Riau ini mengaku sudah pacaran dengan pria asal Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara selama tiga tahun terakhir.

"Kami sudah melapor kasus ini ke Polsek Tambusai Utara pada tanggal 19 Maret 2013 lalu. Pelakunya sudah pulang ke rumahnya, tapi dibiarkan dan tidak ditangkap sama polisi," kata YE yang dihubungi wartawan.

Dalam kasus ini korban mengaku keluarganya sudah minta pertanggungjawaban dari pihak keluarga pelaku, namun tidak ada tanggapan. Bahkan sebelumnya NAN meminta korban untuk menggugurkan kandungannya. Pelaku pernah diamankan warga, pihak keluarga pelaku meminta bukti pil yang kabarnya pernah diberikan kepada korban.

Menurut korban, NAN sudah ditangkap warga karena emosi dan polisi juga sudah dihubungi sempat datang, namun pelaku kembali dilepas warga. "Aku tidak terima sudah dirusak begini. Kami berharap polisi menyelesaikan laporan kami," harap YE

Sementara, Kapolsek Tambusai Utara AKP Dasmaliki mengaku pihaknya sudah menindaklanjuti laporan itu. Terlapor diakui tidak ada di rumah selama ini, pihaknya terus berusaha mencari tempat tinggal terlapor. "Saya sudah ditelepon anggota tadi. Kami akan menindaklanjutinya segera. Tapi perlu berhati-hati menyelesaikannya," kata AKP Dasmaliki. [dn-rt]