10 Demonstran Tolak UU Omnibus Law Positif Covid-19

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 06:50:40 WIB
Share Tweet Google +

Ilustrasi Demo Buruh

Metroterkini.com - Sebanyak 10 orang demonstran dinyatakan positif Covid-19 usai mengikuti unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. 

Saat ditelusuri, bertambah satu orang lainnya yang tertular akibat berkontak erat. Temuan 11 orang positif Covid-19 dari klaster demonstrasi ini terjadi di Semarang, Jawa Tengah. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moch Abdul Hakam mengemukakan, awalnya ratusan orang termasuk para buruh mengikuti unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. 

Demonstrasi dilakukan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dan Kantor DPRD Jawa Tengah. Seusai demonstrasi, perusahaan tempat buruh tersebut bekerja melakukan tes untuk mengecek kondisi karyawan. 

"Awalnya dari pihak perusahaannya aktif mengadakan rapid test kepada buruh yang ikut demo itu. Merek adiketahui reaktif lalu dilakukan swab ketahuan positif," kata Hakam.

10 orang positif, 1 orang tertular Rupanya dari klaster demonstrasi ini, ada 10 demonstran yang dinyatakan positif terinfeksi corona. 

Kemudian dilakukan tracing dan ditemukan satu orang lainnya tertular. Sehingga total ada 11 kasus positif Covid-19 dari klaster ini. 

Abdul Hakam mengemukakan, para demonstran yang positif Covid-19 adalah buruh dari dua perusahaan di Semarang. Mereka kini menjalani karantina di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. 

Menyusul kejadian tersebut, Hakam meminta demonstran lainnya memeriksakan diri mereka. Apalagi, para demonstran yang dinyatakan terinfeksi mayoritas tak menunjukkan gejala. 

"Bagi teman buruh, mahasiswa atau siapa pun yang merasa sakit atau tidak enak badan setelah ikut unjuk rasa kemarin tolong periksakan diri," tutur Hakam Sebab, penularan bisa saja terjadi ketika unjuk rasa.[***]