Cadangan Lahan Gambut Riau Menipis

Senin, 04 Oktober 2010 - 17:49:28 WIB
Share Tweet Google +


PEKANBARU - Lahan gambut penyimpanan karbon utama di wilayah
Asean yaitu lebih dari 50 miyar ton karbon. Perubahan penggunaan
lahan dan deforestasi menyebabkan keluarnya gas rumah kaca ke
udara.
Hal ini dikemukakan Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pe
mberdayaan Masyarakat Ke menterian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia, Henry Bastaman, pada pembukaan acara works hop opt
ion for carbon financing to support peatland management di hotel Pa
ngeran Pekanbaru, Senin (4/10) yang dihadiri perwakilan negara di
Asean dan Amerika. 


Emisi dari kebakaran dan oksidasi gambut diwilayah Asean diestimasi mencapai satu milyar ton per tahun. Rehabilitasi ekosistem gambut yang telah terdagradasi merupakan salah satu langkah yang efektif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan berfungsi sebagai penyimpan cadangan karbon.

"Di Indonesia, luas lahan gambut diperkirakan mencapai 20,6 juta hektare yang harus dikelola secara terpadu dalam sebaran kesatuan hidrologis gambut yang luasnya mencapai 32,6 juta hektare. Kesatuan hidrologis gambut terluas terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Papua," ujarnya.

Henry menambahkan, sebagai wujud kepedulian dunia dalam menanggulangi perubahan iklim, maka saat ini dibutuhkan dana untuk mendukung pengurangan emisi karbon di negara berkembang. Pendanaan karbon ini merupakan salah satu sumber penting untuk mendukung perlindungan dan rehabilitasi lahan gambut.

"Melalui workshop ini diharapkan negara donor dapat berperan serta dalam menunjang pendanaan pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga sebagai usaha untuk melakukan penyusunan penghitungan emisi gas rumah kaca, penyusunan masterplan pengelolaan kawasan gambut, pengendalian kebakaran lahan gambut dan lainnya," kata Henry.

Namun disayangkan, dari tahun ke tahun cadangan lahan gambut di Riau makin menipis, sejalan dengan izin HTI yang terus dikeluarkan pemerintah untuk keperluan pulp and paper serta lahan perkebunan.


Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau     

Fedrizal Labay mengatakan, peran pemerintah khususnya Pem  

erintah Provinsi Riau telah dilakukan dengan baiK antara lain ke 

rjasama dalam penyusunan masterplan pengelolaan ekosistem

gambut di Provinsi Riau.


"Masterplan pengendalian kerusakan ekosistem gambut tersebut

sebagai salah satu upaya untuk menerpadukan program aksi da  

lam pengendalian kerusakan dilahan gambut yang terjadi di Riau,"

ungkapnya.