Iyeth Bustami Ingin Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Senin, 17 Agustus 2020 - 23:58:06 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Iyeth Bustami, pelantun tembang 'Laksmana Raja di Laut' ini adalah putri jati Bengkalis yang sudah malang melintang di kancah selebritas nasional. Dan sudah genap 30 tahun pemilik nama lahir Sri Barat ini berkiprah dalam industri musik Indonesia.

Tembang-tembangnya tidak hanya dikenal se-Indonesia, tetapi juga disukai hingga negeri tetangga Malaysia.

"Saya background-nya seniman," begitu kata Iyeth Bustami.

Iyeth bukan seniman biasa. Wanita berusia 45 tahun ini adalah seniman yang membesarkan budaya Melayu pada kancah nasional.

"Di kalangan selebritis nasional, saya dikenal sebagai seniman yang membangkitkan kesenian dan budaya Melayu," katanya lagi.

Meskipun demikian, kecintaan Iyeth terhadap kesenian tidak menyurutkan perhatiannya terhadap nasib tanah kelahirannya, Bengkalis Riau. Makanya, pada Pilkada Bengkalis 2020 ini, Iyeth pun berniat tampil sebagai calon wakil bupati Bengkalis.

"Di kalangan artis, bicara Bengkalis pasti Iyeth Bustami," kata istri dari Eka Sapta ini.

Dan untuk kebaikan masa depan Bengkalis ini, Iyeth mengaku sering berdiskusi dengan banyak pihak. Termasuk dengan Kaderismanto yang kini menjadi calon Bupati Bengkalis dan berpasangan dengan dirinya.

"Saya banyak berdiskusi dengan Bang Kade (Kaderismanto), dan akhirnya saya pun diutus PKB untuk menjadikan beliau jadi orang nomor 1 di Bengkalis," ujarnya.

Dalam pandangan Iyeth, Bengkalis saat ini sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap pemimpin. "Saya ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat Bengkalis kepada pemimpinnya. Saya tidak ingin Bengkalis karut marut karena masyarakatnya tak percaya lagi dengan pemimpin," kata Iyeth.

"Usaha saya selama ini menjadikan budaya Melayu terkenal terasa sia-sia jika kampung halaman saya Bengkalis sedang menghadapi masalah," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun terakhir Kabupaten Bengkalis terus mendapat sorotan karena pemimpin dan pejabat dan anggota dewan, tersangkut masalah hukum. Dua bupati yakni Herliyan Saleh dan Amril Mukminin, dan Plt Bupati Muhammad, menjalani proses hukum.

Tak hanya itu sejumlah anggota dewan dan pejabat penting lainnya juga ikut terseret kasus hukum. [***]