Polres Bulungan Amankan Ranmor Pengangkut BBM

Senin, 17 Februari 2020 - 22:23:25 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com – Petugas Polres Bulungan berhasil mengamankan sepeda motor yang tangki bensinya dimodifikasi untuk diisi dengan premium lebih banyak. Tujuanya, para pelaku bisa memperjual belikan premium bersubsidi dengan mengisi tangki kendaraan berulang kali;

23 unit motor yang diamankan adalah suzuki Thunder dari hasil temuan petugas di lapangan ternyata tangki motor tersebut sudah dimodifikasi. Bukan itu saja, kendaran tersebut tidak memiliki surat menyurat lengkap, bahkan sudah tidak berlaku lagi.

Hal ini di ungkapkan Waka Polres Bulungan Kompol Roberto Asfrianza, Amd kepada metroterkini.com, Senin 17 Februari 2020 .

Roberto menambahkan, "Ini tetap berlanjut, mereka ini memang masih berstatus saksi. Untuk kendaraannya harus diubah ke standar dulu,” ungkap nya.

Wakapolres menilai ini sangat berbahaya karena keamanannya tidak terjamin. Dalam sehari satu motor itu melakukan pengetapan 3 kali bahkan lebih, dengan kapasitas tangki lebih dari 15 liter. “Mereka ini untung besar karena berulangkali masuk,” bebernya.

Keterangan yang didapatkan petugas, aksi nekat para pengetap ini karena hasilnya yang menggiurkan. 

"Di SPBU dia dapatkan 1 liter 6.000-an, kemudian dijual di luar harganya Rp 9.000 sampai 10.000 seliter, itupun pakai botol TM yang jumlahnya hanya 900 mililiter. Jadi untungnya seliter itu lumayan,” jelasnya.

Roberto menambahkan, untuk pengetap yang menggunakan mobil itu sebagian besar menyalahi aturan Undang-Undang Migas. Sehingga bakal ada yang dilanjutkan ke proses lanjutan ke pengadilan. “Kalau motor-motor ini kita kenakan tilang, kalau mobil itu sebagian dilanjutkan prosesnya,” ujarnya

Dirinya juga tidak memungkiri masih ada pengguna motor Thunder yang terlibat. Diperkirakan masih ada hingga melakukan pengetapan. “Kalau ada malam pengetap, maka kita juga akan bermain malam juga,” kata Waka Polres.

Polisi juga masih mengembangkan apakah ada tindakan kongkalikong antara pengetap dengan petugas SPBU. Karena pada saat petugas tidak di lokasi, ada saja aksi pengetapan, terutama malam hari. “Sementara ini kita masih perdalam keterlibatannya,” tutup Wakapolres. [al]