Ada Warga Natuna 'Pindah' Pulau Takut WNI dari Wuhan

Senin, 03 Februari 2020 - 21:38:15 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Sejumlah warga Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), dikabarkan bergeser sementara ke pulau-pulau terdekat. Perpindahan sementara ini terkait dengan WNI yang diobservasi di Lanud Raden Sadjad, Natuna.

"Bukan pindah pulau, tapi untuk sementara ikut saudaranya karena hanya ketakutan karena pemahaman yang kurang, ketakutan yang terlalu besar dan ingin mengantisipasi," ujar Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti saat dihubungi, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, sejumlah warga yang 'mengungsi' sementara itu, menumpang kapal Pelni ke Pulau Selajar, Pulau Mida, dan Pulau Sugi, Kepri.

"Ada yang ikut saudaranya. Kebetulan ada kapal, nggak apa-apa. Mereka punya hak untuk menenangkan diri secara psikologis," sambung Wabup Ngesti.

Wabup Ngesti memastikan kondisi warga sudah mulai tenang ketika ditemui perwakilan Pemkab Natuna. Pemkab ditegaskan Wabup Natuna akan meneruskan aspirasi warga soal lokasi observasi 238 WNI dari Wuhan, China.

"Sekarang sudah mulai tenang. Jadi kami menenangkan masyarakat. Kami tetap berusaha untuk menenangkan dan berjuang meneruskan aspirasi mereka dan kita kordinasi dengan pemerintah pusat," papar Ngesti.

Pendemo menegaskan tidak pernah bermaksud menolak WNI dari Wuhan, China, yang dievakuasi karena merebaknya virus Corona. Tapi pendemo meminta agar lokasi observasi benar-benar jauh dari permukiman guna mengantisipasi munculnya dampak kesehatan.

"Jangan ada kesan kita menolak WNI. Kita sangat berperikemanusiaan, tapi (lokasi observasi) ditempatkan di tempat yang jauh dari penduduk," kata orator.

Warga Natuna yang ditemui Bupati Abdul Hamid Rizal meminta Pemkab meneruskan aspirasi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ketiga, kami minta pemerintah daerah dan pusat memberi kompensasi berupa jaminan kesehatan, seperti layanan kesehatan darurat, kemudian mendatangkan psikiater untuk masyarakat Natuna," sambung orator.

Pendemo juga meminta Menkes Terawan Agus Putranto berkantor di Natuna selama observasi 238 WNI. Hal ini sebagai bentuk jaminan kesehatan keamanan bagi warga.

"Kelima, kami minta pemda dan pusat agar disosialisasikan (kebijakan), jangan bikin masyarakat seperti ini, sakit jiwa kami, Pak. Apa Bapak mau masyarakat jadi gila?" teriak pendemo.

Di hadapan pendemo, Bupati Natuna Abdul Hamid menegaskan tidak pernah diajak berkomunikasi oleh pemerintah pusat soal pemilihan Natuna sebagai lokasi observasi WNI dari Wuhan, China.

"Kalau perlu besok saya berangkat ke Jakarta. Nanti kita buat surat supaya presiden tahu, menteri tahu. Kita buat surat ke presiden," tegas Bupati Natuna. [dtk-met]