Akibat Sering Nonton Video Porno, ABG Pekanbaru Dicabuli

Jumat, 24 Januari 2014 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

Kasus pencabulan kepada anak dibawah umur makin sering terjadi di Pekanbaru, dalam pekan ini setidaknya sudah ada tiga kasus yang masuk laporan di kepolisian. Sebelum seorang siswi SMP yang diduga dicabuli seorang oknum guru. Selain itu, kasus pencabulan oleh pemuda putus sekolah dan masih dibawah umur juga telah diadukan ke polisi dalam kasus pencabulan gadis dibawah umur dan yang terakhir adalah kasus pencabulan terhadap putru kandungnya.

Polresta Pekanbaru telah dalam kasus pencabulan ini langsung melakukan penahanan menahan kepada pelaku. Kasus yang terjadi Rabu (22/1) dengan dua orang tersangka pencabulan adalah An (14) dan Am (15). Mereka berdua mencabuli pacarnya yang merupakan kakak-adik, Pu (16) dan Fa (14). Tersangka dilaporkan orang tua korban Fy (33) yang mencurigai korban karena lama pulang ke rumah.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Robert Hariyanto melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Iptu Josina Lambiombir mengatakan, telah melakukan penangkapan kepada tersangka setelah orang tua korban melaporkan kejadianya ke polisi. 

"Mendapat laporan itu, anggota langsung menangkap keduanya, Rabu (22/1) malam. Saat diamankan, mereka mengakui perbuatannya," ujar Josina kepada wartawan.

Pengakuan tersangka yang mencabuli korban secara bersamaan di salah satu rumah kosong di sekitaran salah satu warnet di Jalan Balam, Sukajadi. Kepada penyidik Polresta Pekanbaru, Am mengaku melakukan pencabulan itu karena sering menonton video porno di handphone dan internet."Saya sering nonton video porno," ujar pelaku.

Kedua pelaku merupakan remaja tanggung putus sekolah yang melakukan pencabulan terhadap gadis SMP yang masih dibawah umur yang telah digagahi hingga berkali-kali.**nr

Informasi dari kepolisian yang diterima wartawan di Pekanbaru, Jumat (24/1), kejadian pencabulan itu berlangsung pada Selasa lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu korban bersama pelaku berada di sebuah rumah kosong. "Waktu itu anak saya keluar rumah tanpa seizin saya dan ternyata menemui pelaku," kata FY (33), ibu korban.

Tambahnya, setelah pergi dari rumah, keluarga selanjutnya mencari. "Kami menemukanya tengah makan malam," kata pelapor.

Pelaporkan mengaku, setelah sampai ke rumah dan mengintrogasi secara kekeluargaan akhir mengakui semua perbuatanya. "Saat saya tanyai, anak saya ini mengaku telah melakukan hubungan badan layaknya suami isteri dengan pelaku. Dan itu dilakukan bukan yang pertama," katanya.

Kabid Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo mengaku telah mengetahui adanya laporan terkait perkara pencabulan itu. "Kasusnya tentu akan ditindaklanjuti. Nantinya korban akan dimintai keterangannya, setelah itu baru pelaku," kata dia.