Mobil Dirampas Lising ACC, Nasabah Lapor ke OJK

Kamis, 15 Agustus 2019 - 11:50:46 WIB
Share Tweet Google +

Budi Ungkap Catatan Uang Penarikan ACC

Metroterkini.com - Nasabah Astra Credit Company (ACC) dihantui pembayaran uang tarik sebesar Rp 18 juta rupiah, hal ini dialami oleh pemilik unit Mobil Toyota Avanza warna Hitam Metalik BM 1663 AL bernama Desniwati warga Perawang, Siak Riau. Karena tidak sanggup bayar uang penartikan oleh kolektor ini kini mobil kesayangan Desniwati harus mengendap di kantor AAC Padang.

Sebelumnya mobl milik Desniwati dirampas ditengah jalan oleh orang yang mengaku kolektor perusahaan mengaku bernama Nando, saat itu mobilnya yang dibawa rekan korban ke Sumatera Barat dicegat di Jalan sempit Air Terjun, Lembah Anai, Padang Panjang, Sumbar.

Melului suami korban bernama Budi Hendra pada awak media di Pekanbaru, mobil atas nama istrinya itu "dirampas" oleh 6 orang bermuka seram alias seperti preman.

Dikonfirmasi Kolektor ACC Ali mengakui kalau ada mobil tarekan ACC mengendap di kota Padang, masalah denda belasan juta itu diakuinya memang kebijakan perusahaan karena semua sudah diatur sitim. "Tapi kalau mau beritakan terserah bapak," katanya ketus.

Budi minta masalahnya ini diperhatikan pihak Otoritas Jas Keuangan (OJK) untuk meninjau kebenaran penarekan memakai jasa "preman" ini, "Saya harap OJK mengetahui masalah dugaan pemerasan mengatas namakan penarikan belasan juta itu," katanya, Kamis (15/8/19).

Diketahuinya, berdasarkan Pasal 17 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, yang bunyinya menentukan, "Setiap orang, tanpa diskriminasi, berhak untuk memperoleh keadilan dengan mengajukan permohonan, pengaduan".

"Gugatan, baik dalam perkara pidana, perdata, maupun administrasi serta diadili melalui proses peradilan yang bebas dan tidak memihak, sesuai dengan hukum acara yang menjamin pemerikasaan yang objektif oleh hakim yang jujur dan adil untuk memperoleh putusan yang adil dan benar, jadi saya akan coba laporkan, doakan saya supaya kolektor ini bisa diberikan pelajaran hukum," pungkasnya.

Sementara kolektor bernama Nando mengaku meminta dilaporkan ke Polisi oleh nasabah, bahkan saat dikonfirmasi sebelumnya dia juga minta klarifikasi berita, namun sampai berita ini dilansir dihubungi Nando tidak mau menjawab telpon redaks.

"Kalau nasabah kurang senang kami siap menghadapi Polisi," pungkasnya diujung telpon selulernya.[ajho]