PT. SJI Diduga Cemarkan Sungai, Ikan Mati di Ulak Patian

Kamis, 13 Juni 2019 - 14:16:48 WIB
Share Tweet Google +

Kepala Desa Ulak Patian Bersama Perwakilan PT. SJI Saksikan Saluran Pipa

Metroterkini.com - Warga desa Ulak Patian Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) heboh dengan penemuan ratusan ikan mati disepanjang aliran anak sungai yang diduga berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Sumber Jaya Indah Nusa Coy (PT. SJI).

Ratusan ikan mati disepanjang anak sungai Desa Ulak Patian terjadi pada, Selasa (4/6/19) lalu tepatnya sehari sebelum lebaran Idul Fitri 1440 H. Atas kejadian tersebut ratusan kepala keluarga yang bekerja sebagai nelayan tidak bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kepala Desa Ulak Patian, Zainudin, Kamis (13/6/29) menuturkan kepada wartawan bahwa kejadian seperti ini sudah keempat kalinya terjadi sejak 2017 lalu. Anehnya, pihak perusahaan terkesan kebal hukum karena tidak pernah mendapat sanksi dari pemerintah.

" Ini bukan sebatas masalah limbah, namun perlu diketahui bahwa mata pencaharian warga kami adalah nelayan yang menggantungkan hidupnya dari mencari ikan dan kejadian limbah seperti ini sudah berulang terjadi", tutur Zainudin.

Dikatakannya lagi, kami minta ketegasan pemerintah kepada PT. SJI dalam mengelola lingkungan, karena adanya cairan hitam yang sengaja dibuang melalui aliran pipa hingga menyebabkan ikan mati di sepanjang anak sungai.

Sementara itu, Kepala Dinas LH Rohul Drs. Hen Irpan. M.Si melalui Kabid Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Muzayyinul Arifin.ST., M.Si mengatakan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel air yang disampaikan oleh masyarakat tercemar diduga akibat pembuangan limbah cair.

‘’ Kami sudah mengambil sampel air sungai untuk di uji di laboratorium Dinas LH Rohul. Masyarakat Desa Ulak Patian protes atas terjadinya dugaan pencemaran air sungai,’’ tuturnya.

Sementara itu, Manager PT. SJI Anald. R Sirat melalui Kepala Tata Usaha Jojor Ito Pakpahan menyangkal tudingan limbah. Menurutnya pihaknya tidak pernah membuang limbah namun cairan yang keluar dari pipa disebabkan cairan tandan kosong.

 " Itu tidak benar limbah, pihak kami sudah kroscek ke lapangan, selain itu land aplikasi kami saja belum penuh apalagi meluber ", ujar Jojor.

 Saat disinggung adanya temuan ikan mati disepanjang aliran anak sungai, Jojor mengaku tidak tahu dan enggan menjawab pertanyaan wartawan.

 " Maaf terkait adanya ikan mati saya tidak bisa memberi tanggapan apa-apa ", cetus Jojor. (man)