Beda Pria dan Perempuan Dalam Berdusta

Selasa, 06 November 2018 - 20:24:57 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Antara pria dan perempuan, kira-kira siapa yang paling banyak berdusta? Apakah pria yang lebih banyak berdusta? Atau justru perempuan yang lebih banyak berbohong? Mungkin agak sulit ya menjawab pertanyaan ini karena mungkin akan terlalu subjektif pada masing-masing orang dan kondisi.

Hasil kajian dan eksperimen ilmiah menunjukkan bahwa pria dan perempuan berdusta dalam jumlah yang sama. Hal ini disampaikan oleh Allan dan Barbara Pease dalam Why Women Lie and Men Cry. Meski pria dan perempuan berdusta dalam jumlah sama, tapi isi dusta mereka berbeda. 

1. Perempuan cenderung berdusta untuk membuat orang lain merasa lebih baik dan pria berdusta untuk membuat dirinya tampak lebih baik. 

Bisa merasakan perbedaannya? Untuk lebih jelasnya, coba kita ikuti detailnya di sini.

2. Perempuan berdusta untuk menjaga keamanan hubungan

Kadang kita sebagai perempuan sengaja berdusta untuk membaut orang lain merasa lebih baik. Karena ingin pasangan kita merasa nyaman dan tak terluka, kita kadang menciptakan sebuah dusta. Apalagi dalam sebuah hubungan, dusta kadang kita pakai untuk menjaga keutuhannya.

Seorang perempuan mungkin akan berdusta betapa cantiknya baju yang dikenakan seseorang meski dalam hatinya, ia menganggap baju tersebut biasa-biasa saja. Hanya demi menyenangkan orang lain, kita membuat sebuah kebohongan. 

3. Pria berdusta untuk menghindari argumen

Pria bisa menggunakan dusta atau kebohongan untuk menghindari argumen. Karena tak mau lama-lama berargumen atau berdebat, ia membuat dusta. Selain itu, pria juga kadang senang berdusta soal betapa liarnya diri mereka di saat masih muda. 

Saat pria dimintai pendapat soal baju mana yang menurutnya paling bagus kita kenakan, dia mungkin juga akan mengatakan dusta yang tidak langsung. Alih-alih mengatakan "bagus yang ini" atau "bagus yang itu", dia akan berkata, "Aku harus bilang apa, ya?" Karena tidak ingin dicap punya selera buruk soal baju, pria mungkin cenderung menyerahkan semua pilihan pada perempuan karena tak ingin memperpanjang argumen, juga tak ingin membuat dirinya terlihat lebih buruk.

Demikian artikel ini disajikan, punya kisah atau pengalaman sendiri terkait dusta dan kebohongan ini? kirim ke redaksi [***]