Aplikasi Permudah Program Perhutanan Sosial

Kamis, 07 Desember 2017 - 18:29:51 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Program Perhutanan Sosial berupaya mengajak masyarakat untuk dapat memiliki akses kelola hutan dan lahan yang luasnya hampir 75% daratan Indonesia secara setara dan seluas-luasnya. 

Dalam hal ini pemerintah Indonesia telah menetapkan target 12,7 juta hektar untuk diberikan pengelolaannya kepada masyarakat. Hasil hutan diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai prinsip kelestarian yang ramah lingkungan dan sejalan dengan nilai-nilai konservasi. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan hutan dapat meningkat.

Target pemerintah untuk menyerahkan pengelolaan 12,7 juta hektar kepada masyarakat diharapkan dapat menurunkan konflik sosial yang sering terjadi karena kurangnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam. 

Dengan program itu diharapkan kesejahteraan masyarakat akan lebih meningkat. Salah satu daerah yang cukup maju dalam mendukung program Perhutanan Sosial ini adalah Kabupaten Berau yang saat ini telah memiliki 5 lokasi Hutan Desa. 

Salah satu hutan desa di Berau yang dikelola oleh Desa Merabu seluas 8.245 ha telah berhasil meraih penghargaan terbaik II nasional dalam penghargaan Wana Lestari yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2016. Keberhasilan Desa Merabu ini segera membuat desa-desa lain di Kabupaten Berau untuk mengikuti jejak keberhasilan Desa Merabu.

Dalam rangka mempercepat pencapaian target Program Perhutanan Sosial dan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan untuk mengelola kawasannya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau Bersama The Nature Conservancy (TNC) Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Aplikasi SIGAP pada 4-5 Desember 2017. 

Program ini diikuti lebih dari 1200 orang dari 100 kampung di Kabupaten Berau (Propinsi Kalimantan Timur) menghadiri kegiatan ini. Selain warga kampung dan perangkat desa, pelatihan ini juga diikuti oleh seluruh Camat, Organisasi Perangkat Daerah, dan Lembaga Swadaya Masyarakat di lingkup Kabupaten Berau. 

Bupati Kabupaten Berau Muharram menyatakan sudah saatnya masyarakat Kampung Melek terhadap teknologi. “Saat ini kita sudah masuk era digital, tidak boleh lagi mengelola kampung dan kecamatan hanya dengan menggunakan teknologi yang biasa-biasa saja,” ungkap Muharram. 

Dalam hal ini TNC Indonesia mengembangkan pendekatan yang disebut Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan atau SIGAP untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian desa/kampung dalam membuat dan melaksanakan rencana pembangunan dan mengelola sumber daya alamnya secara terpadu termasuk di dalamnya pengelolaan Perhutanan Sosial. [***]