Gerindra Prediksi Nasib Jokowi Bakal Seperti Ahok

Rabu, 06 Desember 2017 - 23:35:37 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survei calon presiden terkuat jelang Pilpres 2019. Dalam survei kali ini, Posisi Presiden Joko Widodo kembali unggul dengan 34,9 persen di atas Prabowo Subianto yang mendapatkan 12,1 persen suara. 

"Dari pertanyaan terbuka calon presiden, kesadaran pemilih yang tinggi terhadap Joko Widodo dengan dukungan 34,9 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei nasional 'Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019'. 

Posisi kedua ditempati oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 12,1 persen. Kemudian ikut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 3,6 persen, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok3,3 persen. 

Posisi turun di Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 3,2 persen, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil 2,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,5 persen, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri 2 persen, Kapolri Jenderal Tito Karnavian 1,8 persen, Presiden PKS Sohibul Iman 1,5 persen. 

Qodari menjelaskan, banyak masyarakat yang ingin Jokowi kembali menjadi presiden. Hal itu terlihat dari hasil survei sekitar 61,8 persen masyarakat ingin Jokowi maju sebagai presiden dan 23,6 persen tidak ingin Jokowi kembali menjadi orang nomor satu di indonesia. 

Jokowi - JK berdasarkan survey ini juga sangat tinggi. Sebesar 67,2 persen puas dengan kinerja Jokowi-JK dan 28,5 persen merasa tidak puas, 4,3 persen menjawab tidak tahu.

"Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi sebagai presiden cukup tinggi 67,2 persen. Yang tidak puas 28,5 persen. Tidak tahu atau tidak jawab 4,3 persen," ungkapnya. 

Survei ini dilakukan sejak 15-23 November 2017 dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan 95 persen tingkat kepercayaan. Metode penelitian multistage Random Sampling pada 1.200 responden dengan usia minimal 17 tahun atau sudah menikah di 34 provinsi. Data survei diambil dengan berwawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Gerindra, Supratman Andi Agtas, mengatakan hasil survei itu menandakan ada masyarakat Indonesia yang menginginkan adanya Presiden baru. Sebab hanya 61,7 persen masyarakat yang ingin Jokowi kembali menjadi Presiden dan masih ada peluang untuk pemimpin baru. 

"Pertama hasil survey itu ternyata lebih banyak masyarakat Indonesia yang menginginkan Presiden baru dibandingkan dengan incumbent," kata Supratman. 

Dia menilai Pilpres 2019 mendatang juga akan memiliki hasil yang sama dengan Pilkada DKI 2017. Di mana tingkat kepuasan masyarakat tinggi terhadap kinerja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat, namun masyarakat tidak memilih pasangan.

"Dengan demikian itu sama persis dengan kejadian yang ada di pilkada DKI. Tingkat kepuasan tinggi tapi tingkat keterpilihan rendah. Nah itu kemungkinan akan terjadi karena kita dari Partai Gerindra optimis Pak Prabowo akan jadi Presiden di tahun 2019," ujarnya. 

Dia mengungkapkan banyak hal yang membuat elektabilitas Jokowi tak menang telak. Mulai dari masalah Perppu Ormas sampai capaian ekonomi. 

"Banyak hal. Olah hasil perppu Ormas Agak lebih mengekang hak asasi manusia. Apa yang dimaksud dengan ini? hanya 4,7 persen. Maksimal 4,8 persen," tandasnya. [mer]