Wabup Nonton Bareng Pemutaran Film "Aral" Karya Anak Meranti

Kamis, 12 Oktober 2017 - 13:41:22 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim mengapresiasi kreatifitas positif anak muda Meranti yang diwujudkan dalam sebuah Film, hal itu dibuktikan dengan hadirnya Wabup dalam acara nonton bareng Film drama dan dokumenter karya anak Meranti yang terselenggara berkat kerjasama Sanggat Kepurun, LAM Meranti dan Dinas Parpora, di Kantor Camat Tebing Tinggi Barat, Rabu malam (11/10).

Turut berbaur bersama warga Ketua LAM Meranti yang juga Wakil Ketua DPRD H. Muzamil, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga H. Ismail Arsyad, Majelis Kehormatan LAM Meranti Sudandri SH, Camat Tebing Tinggi Barat Drs. Helfandi, Para Pelakon Wak Jamel, Saiful Rizan beserta Kru sanggar Kepurun, Ketua Kemas Berty Asmara, para seniman dan budayawan Meranti dan ribuan warga yang memadati lokasi acara.

Ditengah ribuan warga yang turut menyaksikan Film dokomenter Bah Jamel dan Film Drama Aral buatan Sanggar Kepurun Production, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim mengucapkan apresiasi yang tinggi atas kreatifitas anak Melayu Meranti yang berhasil memproduksi Film apik yang cukup menghibur penonton malam itu. Tak disangka ditengah keterbatasan teknologi dan pengetahuan perfilman. Anak-anak muda Meranti mampu mencibtakan Film dengan visual, cerita dan akting yang cukup baik. Bahkan Film Dokumenter berjudul "Bah Jamel" berhasil menjadi salah satu Film terbaik dalam Festival Film yang ditaja Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepri di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

"Saya sangat mengapresiasi kreatifitas seni anak muda Meranti ini semoga kegiatan positif ini dapat ditulari kepada anak muda lainnya dalam mencibtakan hal yang berguna bagi kemajuan Meranti," harap Wabup.

Nonton bareng Film karya anak Meranti diawali dengan pemutaran Film dokumenter Bah Jamel yang mencerita sosok kakek tua "Bah Jamel" yang tetap eksis melestarikan alat musik tradisi Melayu hingga diusia senjanya. Bah Jamel disamping mampu meproduksi dan memainkan alat musik berupa suling dan gendang ia juga melatih anak-anak muda dalam memainkan alat-alat musik tradisi Melayu agar tidak hilang ditelan zaman.

"Semangat Bah Jamel dalam melestarikan seni musik tradisi Melayu ini layak diacungkan jempol, semoga musik tradisi Melayu tetap lestari dan dapat dinikmati dan dimainkan hingga keanak cucu kita," ujar Wabup.

Usai pemutaran Film Bah Jamel, tibalah masa yang ditunggu-tunggu ribuan warga yang memadati halaman Kantor Camat "Alai" itu, yakni pemutaran Film drama Aral, sesuai dengan judul yang diangkat "Aral" Film ini menceritakan berbagai problema yang acap terjadi ditengah masyarakat khususnya di Desa. Mulai dari sengketa tanah ulayat, pertikaian warga, rendahnya pendidikan, hingga problema romantika cinta anak muda. Film yang digarap cukup apik oleh Kepurun Production yang dipimpin Saiful Rizal ini mampu membuat penonton penasaran ditiap scenenya. Para pelakon yang hampir semuanya anak muda, begitu baik bermain akting sehingga pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam Film mengena kepenonton.

Banyak hal-hal positif yang disampaikan dalam Film Aral, seperti kegigihan seorang anak muda "Dara" yang baru menyelesaikan kuliah kembali kembali pulang untuk membangun kampung, dengan latar pendidikan sebagai pengajar "Dara" berusaha mengajar anak didiknya dengan kurikulum baru agar tidak ketinggalan. Iapun merasa berkewajiban menjaga kelestarian alam dari kerusakan bersama anak-anak muda lainnya dari tangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Serta turut melestarikan seni tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun.

Dalam Film kedua Sanggar Kepurun yang sebelumnya telah memproduksi Film "Bakung Ditepi Tasik", ini juga menampilkan karakter anak muda yang hanya mementingkan diri dan kelompoknya sendiri tanpa memikirkan orang lain, yang tak segan-segan menghalalkan segala cara dalam mewujudkan keinginnannya. Film ini sedikit menampilkan adegan kekerasan, aksi pembunuhan, penggunaan senjata tajam, perkelahian, hingga mengeluarkan darah, yang harusnya dapat dibuat lebih Soft oleh Sutradara karena dikawatirkan dapat mempengaruhi mental khususnya anak dibawah umur yang turut menonton.

Namun secara keseluruhan Film ini cukup baik dan layak untuk ditonton hal itu dibuktikan dengan antusias dan kepuasan warga saat menonton yang sangat terhibur.

"Kita ingin hal-hal positif yang ditampilkan dalam Film ini dapat ditiru oleh anak muda Meranti dan meninggalkan hal-hal yang buruk karena hanya akan merugikan, semoga dengan giatnya anak anak muda Meranti memikirkan kemajuan daerah saya yakin Meranti dapat menjadi negeri yang cemerlang, terbilang dan gemilang, selamat... ayo tingkatkan terus kreatifitas membangun negeri," pungkas Wakil Bupati H. Said Hasyim. [Humas Meranti-Adv]