Oknum PN Pasir Pengaraian Lecehkan Profesi Wartawan

Kamis, 22 Juni 2017 - 12:56:24 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Puluhan Wartawan kabupaten Rokan Hulu yang meliput kegiatan buka puasa bersama di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian mengaku kecewa atas sikap oknum pegawai yang dianggap melecehkan tugas Jurnalistik dan terkesan tertutup, Rabu (22/6/2017) petang.

Kejadian ini berawal ketika awak media dari berbagai media massa, baik cetak, online dan elektronik hendak meliput kegiatan itu, tidak diizinkan oleh pegawai di PN Pasir Pengaraian.

“Maaf bang, kalau acara buka puasa bersama yang dilantai dua tidak dikasih untuk di liput, nanti saja ketika makan-makan dibawah,” kata salah seorang pegawai di PN Pasir Pengaraian kepada Wartawan.

Selanjutnya, hingga waktu berbuka puasa tiba, wartawan juga tidak diperkenankan meliput, dan tetap menunggu di lantai satu. Anehnya, ketika Wartawan yang akan berbuka puasa juga mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari seorang oknum pegawai PN Pasir Pengaraian Inisial MA Lubis.

Merasa tersinggung, sejumlah wartawan yang masih mencicipi takjil merasa tersinggung, dan memilih‎ pergi dari Kantor PN Pasir Pengaraian. 

Humas PN Pasir Pengaraian Irpan Hasan Lubis turun dan menemui wartawan, dan meminta maaf atas perlakuan tidak menyenangkan seorang oknum karyawan‎ terhadap wartawan.

Dikonfirmasi soal berbuka puasa tertutup, Irpan mengakui acara tidak bisa diliput karena aula di lantai dua Kantor PN Pasir Pengaraian sempit.

Irpan mengakui tidak ada hal-hal‎ rahasia saat acara berbuka puasa bersama tertutup di lantai dua tersebut. "Gak ada hal lain," kata Irpan.

Menanggapi perlakuan seorang oknum karyawan tersebut, Sudirman, wartawan di salah satu media online mengaku kecewa atas perlakuan seorang oknum karyawan tersebut.

Menurut Sudir tidak sepantasnya oknum PN melecehkan wartawan apalagi sampai melakukan intimidasi dalam melakukan tugas jurnalistiknya.

Insiden tidak menyenangkan di PN Pasir Pengaraian sudah terjadi beberapa kali. Beberapa tahun sebelumnya, sejumlah wartawan yang sedang meliput sidang terbuka untuk umum juga dilarang mengambil gambar. [man]