DPRD Riau Berhati-hati Bahas RAPBD-P 2012

Senin, 09 Juli 2012 - 18:56:30 WIB
Share Tweet Google +

Mencuatnya kasus suap pada sejumlah anggota DPRD Riau memunculkan kecemasan. Ada kemungkinan wakil rakyat 'masuk angin' saat bahas RAPBD-P 2012. Selama ini, berbagai pembahasan anggaran di DPRD Riau yang terkesan tertutup. Membuat anggaran tersebut yang dibahas wakil rakyat akan masuk angin.

Hal ini diungkapkan Andi Yusran, salah seorang Pengamat Politik Riau dalam Pres Corner di depan ruang Medium DPRD Riau, Senin (9/7/12). "Selama ini masalah pembahasan anggaran ini terkesan terlalu ditutupi, hanya Pemrov Riau dan DPRD Riau saja yang tahu, sehingga hal ini akan memicu anggaran tersebut bisa “masuk angin”, maksudnya ada celah untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum," terang Andi Yusran.

Sebagai contoh, menurut Andi Yusran, "dalam pertemuan tertutup dalam membahas penambahan anggaran untuk PON di rumah Wakil Ketua DPRD Riau beberapa bulan yang lalu dan ujung-ujungnya karena tertutup ini banyak anggota Dewan terkena kasus hukum," kata Andi Yusran.

"Anggap saja itu sebagai dosa masa lalu sehingga jangan sampai terulang kembali dan hendaknya DPRD Riau ini harus tegas dalam menanggapi berbagai masalah yang ada, juga ke depannya anggota DPRD Riau lebih transparan dalam membahas anggaran ini," ungkap Andi Yusran.

Menanggapi hal ini, Johar Firdaus, Ketua DPRD Riau kepada wartawan mengatakan, sebuah hal yang wajar saja, kalau ada yang beropini seperti itu tapi perlu diketahui bahwa tidak semua pembahasan anggaran bersifat tertutup, sering juga kami sampaikan melalui berbagai media yang ada, misalnya saja dalam pelaksanaan PON saja, itu dana yang dikucurkan oleh Pusat sebesar Rp 140 Miliar, dari APBN itu ada Rp 460 Miliar yang belum bisa dicairkan, untuk pembukaan PON itu senilai Rp 100 Miliar dan itu sudah berulang-ulang kali kami sampaikan ke media.

"Menurut kami melalui media, paling tidaknya masyarakat Riau menjadi tahu terkait anggaran ini, jadi tidak benar kalau kami dalam membahas anggaran ini bersifat tertutup," tutup Politisi Golkar ini. **ar