Penyeberangan Tak Maksimal, Crew Roro Diduga Lakukan Pungli

Rabu, 26 Oktober 2016 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Penyeberangan terjadwal armada roll on roll off (Roro) amburadul karena adanya perbaikan breasting dolphin dermaga I Air Putih.

Situasi ini dimanfaatkan oleh crew Roro terhadap pengendara sepeda motor yang sudah membeli tiket Roro di Pos Dishubkominfo di Sungai Pakning tujuan Bengkalis dengan mengenakan tarif bongkar sepeda motor Rp 30.000 perunit.

Peristiwa ini terjadi, Selasa (25/10/2016) malam. Dua armada Roro diduga Aeng Mas I dan Swarna Dharma yang memuat di dermaga Sungai Selari, Sungai Pakning hanya bersedia membawa orang dan sepeda motor. Sementara kenderaan roda empat atau lebih tidak diangkut. Kendati mereka sudah antri berjam-jam, bahkan ada yang sudah seharian antri. Alasan pihak Roro saat itu, pasang laut sudah surut dan dermaga II yang dituju alurnya sudah dangkal.

Sementara dari Dermaga II masih ada dua Roro yang berangkat ke Sungai Pakning. Itu artinya kedalaman air masih normal.

Kebijakan ini menjadi tanda tanya pengendara mobil. Sebab, mereka sudah antri berjam-jam sebagaimana pengebdara sepda motor. Namun, mereka tetap tak bisa menyeberang dengan alasan pasang surut.

Anehnya lagi, kedua Roro tersebut tidak membongkar di dermaga II. Kedua armada Roro tersebut menurunkan penumpangnya di Pelabuhan Cargo bukan di dermaga II.

Diduga ini hanya akal-akal nakhoda untuk mencari uang tambahan. Sebab, pihak Roro mengenakan tarif tambahan Rp30.000 untuk satu unit sepeda motor. Pungutan liar ini diduga atas perintah nakhoda Roro.

"Malam itu, satu Roro memuat masing-masing 50 unit sepeda motor," kata Iqbal warga Bengkalis.

Salah satu penumpang Aeng Mas, Bidin mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. Mau tidak mau, suka tidak suka dia terpaksa membayar biaya lansir kendaraan kepada ABK kapal.

"Ini kan namanya pungli, buat apa kami beli tiket kalau kami diminta tambahan ongkos. Buat apa kami beli tiket, kalau kami tidak dapat menikmati fasilitas publik itu," ungkapnya kecewa.

Padahal katanya, saat itu air laut masih pasang dan mungkinkan armada penyeberangan merapat ke dermaga II Roro Air Putih.

"Malam tadi itu ada sekitar 50 kendaraan. Kali lah Rp 30 ribu. Berapa pungli yang mereka dapat," tukasnya.

Dia berharap adanya tindakan tegas yang dilakukan pihak terkait armada penyeberangan nakal.

Salah satu ABK armada Aeng Mas ketika dikonfirmasi tak mengelak terkait hal itu. Dia mengaku kapal tidak bisa merapat di dermaga Roro karena air laut surut.

"Kita juga tidak memaksa pengguna jasa untuk bayar sekian-sekian. Seikhlasnya saja," terang pria diketahui bernama Andi itu. [rdi]