Warga Trans Tolam Demo dan Pasang Tenda Di Bupati Pelalawan

Rabu, 23 Mei 2012 - 17:01:25 WIB
Share Tweet Google +

Warga desa Tolam kembali melakukan aksi unjukrasa yang menuntut lahan warga transmigrasi yang selama ini dikuasai oleh PT SWP. Warga yang berjumlah puluhan orang ini datang dengan menggunakan 6 mobil truk dan sebagian menggunakan sepeda motor, Rabu (23/5/12). Demo kali ini merupakan demo lanjutan yang sebelumnya warga pernah menuntut pada bupati Pelalawan, HM Harris agar persoalan dengan PT.SWP diselesaikan oleh Bupati Pelalawan, namun hal itu tak pernah kunjung ada penyelesaianya.

Sebelumnya Bupati Pelalawan pernah berjanji akan menyelesaikan permaslahan lahan warga Transmigrasi Tolam, namun hal itu sampai saat ini persoalan tersebut tak ada kejelasanya, "Kami warga transmigrasi, sejak tahun 2003 lahan kami dikuasai PT SWP anak perusahaan PT Ade Plantations yang terdiri dari 780 KK, terdiri dari 60 KK dari desa Pekan Tua, SP1 500 KK dan SP2 220 KK," ujar warga saat ditemui di lokasi demo di halaman kantor bupati.

Warga meminta agar lahan jatah untuk kebun seluas 2 Ha untuk setiap KK agar dikembalikan ke rakyat, sebab dari 2,5 Ha lahan warga transmigrasi hanya 0,5 Ha yang bisa digarap untuk menyambung hidup warga sehari-hari. Sedangkan yang 2 Ha lahan mereka dikuasai perusahaan atas rekomendasi Pemkab Pelalawan selama ini.

"Semenjak PT.SWP mengambil alih lahan kami, kami hanya memakan buah labu dan jagung sebagai penyambung kehidupan" teriak salah satu demonstran.

Saat ini terlihat Warga desa Tolam yang berdemo juga mengikutsertakan anak mereka sehingga anak mereka tidak masuk sekolah. Bupati Pelalawan tidak berada di tempat, menurut informasi bupati sedang ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan di Jakarta. Karena tidak ada jawaban yang memuaskan, para pemdemo memilik memasang tenda di halaman kantor bupati Pelalawan sambil menunggu ke datangan bupati Pelalawan, HM Harris tiba dari Jakarta. Warga juga membawa membawa tenda terpal dan kayu bakar serta peralatan memasak seadanya sambil menginap di depan kantor bupati sampai berhasil mereka jumpai.

Sebelumnya, warga transmigrasi Kuala Tolan sudah pernah melakukan aksi serupa pada 28 Februari 2012 lalu dengan persoalan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Lahan Transmigrasi di Desa Tolam dan saat itu pemerintah daerah menyambut dengan baik dan mengadakan perundingan dengan pemerintah daerah di kantor DPRD Pelalawan dan saat itu juga Bupati Pelalawan membuat 2 buah rokomendasi dengan melakukan Audensi kepada Kementrian Transmigrasi dan DPR-RI, juga Rekomendasi Penyetopan Operasional PT SWP.

Ptl Sekda Pelalawan H.Zardewan terlihat mendatangi para pengunjukrasa untuk mendengarkan inspirasi masyarakat yang berdemo. "Saya juga dari desa Tolam ikut memperjuangkan lahan tersebut tetapi itu tidaklah mudah dikarenakan yang memberi izin PT.SWP adalah Mentri dan Tengku azmun Ja'afar yang sekarang berada di Jakarta," imbuhnya kepada demonstran.

Masyarakat yang berdemo juga melakukan sholat berjamaah di halaman depan kantor Bupati,dan juga mereka hingga kini masih menunggu dengan membuat tenda di depan gerbang pintu masuk kantor bupati dan mereka akan menunggu kedatangan bupati Pelalawan HM.Harris dari Jakarta untuk meminta penyelesaian masalah ini.**andre