Riau Bakal Gunakan Drone untuk Pantau Karhutla

Sabtu, 19 Maret 2016 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Pemerintah Indonesia memesan pesawat tanpa awak atau drone untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Drone ini mempunyai daya jelajah 200 kilometer.

Rencana pembelian drone ini disampaikan Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewyk Pusung di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Jum'at (18/3/16) petang.

"Drone itu sudah disanggupi oleh Menkoplhukam dan Kementerian Lingkungan Hidup. Sekarang sedang dipesan," kata Lodewyk kepada wartawan.

Menurut Lodewyk, drone ini begitu tiba akan diletakkan di Kota Dumai dan Pekanbaru, Riau. Pasalnya, dua kota ini mempunyai landasan pesawat memadai.

"Untuk mendarat dan terbang, drone membutuhkan landasan sekitar 150 meter," tegas Lodewyk.

Menurut Pandgam ini, pertimbangan mengadakan drone merupakan satu dari tujuh mengatasio kebakaran hutan dan lahan di Riau. Adapun tujuh konsep ini akan saling berkaitan dan berkesinambungan sehingga pencegahan Karhutla dapat dimaksimalkan.

Konsep dimaksud salah satu diantaranya menguatkan personil di wilayah yang sedang mengalami bencana kebakaran lahan. Sejauh ini telah ada 5 satuan setingkat kompi (SSK) yang dikerahkan mencegah dan memadamkan Karhutla.

"Konsep selanjutnya adalah kemungkinan penempatan personil dan penempatan drone. Ketika drone menemukan titik api, maka kita kirimkan helikopter membawa pasukan untuk langsung memadamkan kebakaran sehingga tidak menyebar," jelasnya.

Konsep selanjutnya gelar komunikasi dan pelibatan personil gabungan. Kedua konsep itu bertujuan untuk meningkatkan komunikasi yang baik setiap prajurit.

"Percuma saja jika drone muter-muter tapi komunikasi tidak ada. Kemudian personil gabungan TNI, Polri, BPBD, BKSDA dikuatkan," ujarnya.

Konsep selanjutnya sistem pelaporan jaringan yang telah terbentuk dan membuat SMS Center. Ia menjelaskan konsep itu untuk meluaskan jaringan petugas dengan melibatkan masyarakat.

"Sekarang setiap masyarakat punya hp (telefon genggam). Jadi masyarakat yang melihat kebakaran lahan bisa menginformasikan ke Satgas untuk segera ditanggulangi," jelas Lodewyk. [**]