Lawyer: Kita Siap Tuntut Sekolah Hapuskan Uang Perpisahan

Senin, 29 Februari 2016 - 00:00:05 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Menjelang akhir tahun ajaran, sudah menjadi tradisi bagi sekolah-sekolah untuk mengadakan acara perpisahaan, yang dilakukan ini, seakan-akan menjadi prestise sekolah dengan mengadakanya di hotel-hotel, yang artinya dinilai warga mahal.

Untuk itu, sekolah dengan stempel dari Komite Sekolah menetapkan pungutan dengan jumlah yang tidak semua orang tua murid yang sanggup. Kadang mereka harus mencari pinjaman ke retenir.

Menanggapi hal ini, menurut Yuherwan Lebonk,SH salah seorang pengamat dan praktisi hukum, Pungutan-pungutan yang dilakukan oleh sekolah yang telah mendapat persetujuan dari Komite Sekolah dapat dibatalkan oleh Pemerintah daerah.

"Jika pungutan-pungutan yang dilakukan sekolah dinilai telah meresahkan masyarakat dalam hal ini orang tua, Bupati diminta dapat membatalkanya. Hal ini sesuai dengan Pasal 13 ayat (2) Peraturan Menteri Pendidikan nomor 44 tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan pada satuan pendidikan dasar," ujar Lebonk, Senin (29/2/16).

Menurut Lebonk, dalam peraturan menteri tersebut, dengan tegas melarang sekolah mengambil pungutan kepada murid yang tidak mampu. Hal ini termuat jelas dalam pasal 11. Ketika ditanya apakah uang perpisahan termasuk dalam kategori pungutan, lebonk menilai ini termasuk pungutan.
    
"Menurut pendapat saya, uang perpisahan termasuk kedalam kategori pungutan. Hal ini terlihat dari besaran yang telah ditetapkan. Jika besaran uang perpisahaan tersebut diwajibkan kepada orang tua yang miskin dan tidak mampu, saya nilai sudah melanggar aturan dan bupati wajib membatalkanya dan sekolah harus mengembalikannya," tandasnya.

Lebonk mengharapkan kepada sekolah-sekolah, dalam melaksanakan acara perpisahan lebih sederhana dan dilaksanakan disekolah saja. Ini untuk mendidik generasi muda kita untuk tidak hidup konsumtif dan mewah. Jika ada orang tua yang ditekan karena tidak sanggup membayar uang perpisahan, LBH Philoshopia siap medampingi.

"jangan takut gratis yang penting datang kekantor kami dijalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci atau Pekanbaru," Tukasnya.[basya]