Ini Sosok yang Disebut Polisi Terlibat Bom Thamrin Sarinah

Jumat, 15 Januari 2016 - 00:00:03 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Setelah olah TKP yang dilakukan polisi, muncul nama Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim alias Naim disebut-sebut berada di balik aksi teror bom dan penembakan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) kemarin. Saat ini, keberadaan pria ini tak diketahui.

Foto di atas diambil di Mapolres Sukoharjo pada tahun 2015 lalu. Saat itu, Sugiran dan istri melapor ke polisi bahwa anaknya, Siti Lestari, menghilang bersama seseorang yang diduga Bahrun Naim. Siti Lestari merupakan mahasiswi UMS Sukoharjo dan hilang sejak Maret 2015.

Naim pernah menemui keluarga Siti. Dia diperkenalkan sebagai calon suami. Keluarga tidak setuju. Alasannya, Naim sudah beristri dan memiliki anak.

Hingga saat ini, keberadaan Siti Lestari misterius. "Kami dengar Bahrun Naim sudah di Suriah," kata Sugiran saat itu.

Kemungkinan besar Naim berada di area Car Free Day Jl Slamet Riyadi Solo. Tak diketahui kapan foto nya diambil.

Menurut Detik, Naim pernah ditangkap Densus 88/Anti-Teror terkait kepemilikan ratusan butir amunisi ilegal. Dia divonis 2,5 tahun oleh hakim PN Surakarta pada 9 Juni 2011. Setelah bebas dari penjara, Naim kembali berkiprah dan bergabung dengan kelompok ISIS. Namanya sering muncul dalam pemberitaan hampir setiap kali ada WNI yang diketahui bergabung sebagai simpatisan ISIS.

Nama Naim kemudian sering dikaitkan dengan klaim dukungan Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso Abu Wardah yang menyatakan dukungan kepada ISIS. Naim disebut sebagai penghubung utama MIT yang bermarkas di Sulawesi dengan ISIS di Timur Tengah.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan teror bom di Thamrin diotaki Bahrun Naim. Naim ingin menjadi leader ISIS di Asia Tenggara dan bersaing dengan kelompok radikal Filipina. Untuk menunjukkan eksistensi, Naim dan kelompoknya bergerak.

"Bahrun Naim ingin mendirikan Khatibah Nusantara, salah satu sel ISIS di Asia Tenggara. Kelompoknya sudah kita ketahui dan sedang dilakukan pengejaran," kata Tito memberikan keterangan pers bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Seskab Pramono Anung, di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). [dtk]