SM Dijebloskan ke Sel Polres Bengkalis

Jumat, 02 Maret 2012 - 21:51:28 WIB
Share Tweet Google +

Anggota DPRD Bengkalis, SM dijebloskan penjara karena diduga melakukan pencurian lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebesar Rp 1 juta dan terekam oleh CCTV bank. Anggota legislatif daerah ini langsung ditahan di ruang tahanan Mapolres Bengkalis, Jum'at (2/3/12) sekitar pukul 16.45 WIB.

SM, Anggota Komisi I DPRD Bengkalis, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) harus menjalani tahanan setelah dipastikan berkas penyidikan dinyatakan lengkap (P-21).

Sebelum ditahan SM, didampingi empat pengacaranya menjalani pemeriksaan intensif sejak sekitar pukul 14.00 di ruang pemeriksaan Satreskrim. Di ruang pemeriksaan, SM juga menjalani proses pemeriksaan kesehatan oleh dokter.

Kapolres Bengkalis AKBP Toni Ariyadi Efendi, melalui Kasat Reskrim AKP Arif Fajar didampingi KBO Iptu Masrial dan Kasubag Humas Ipda S. Suryadi kepada riauterkini.com, Jum'at (2/3/12), membenarkan pihaknya telah melakukan penahanan terhadap SM, hari ini juga.

"Benar kita secara resmi sudah melakukan penahanan terhadap SM hari ini. Berkasnya sudah dinyatakan lengkap, selanjutnya kita tunggu dari pihak Kejaksaan Negeri Bengkalis," ungkap.

Arif menjelaskan penahanan tersebut sudah sesuai prosedur. “Jika kita telah menyalahi prosedur penahanan ini. Silahkan tersangka dan pengacaranya mengajukan gugatan praperadilan, kita siap," tantang AKP Arif.

Terlepas soal itu, meskipun berkas penyidikan sudah dinyatakan P-21 (lengkap), SM didampingi pengacara sempat menolak untuk ditahan polisi. Bahkan antara pengacara juga sempat beradu argumen prosedur hukum dengan tim penyidik Polres Bengkalis. Apalagi SM akan dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Terpisah, salah seorang pengacara SM, Hidayatullah saat ditemui riauterkini.com mengatakan, segera mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap kliennya.

"Upaya kita akan melakukan permohonan pengajuan penangguhan penahanan. Langkah ini akan kita lakukan secepat mungkin," ujarnya singkat.***