PT RRL Masuk Daftar Perusahaan Terindikasi Bakar Lahan di Riau

Sabtu, 14 November 2015 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Terungkap oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang merilis bahwa sejumlah perusahaan di Riau telah terlibat dalam kasus dugaan pembakaran lahan. Salah satunya adalah PT RRL yang saat ini akan menggarap lahan gambut di Pulau Bengkalis melalui izin HTI tahun 1998.

Seperti dilansir sejumlah media beberapa waktu lalu, bahwa kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyisakan bekas bagi masyarakat akibat kebakaran lahan di Sumatera dan Riau khususnya. 

Kementerian LHK, tangal 18 Sepetember 2015 lalu, membeberkan puluhan perusahaan yang terindikasi membakar lahan di Riau. Dari data yang ada, saat ini Kementerian LHK sedang menyelidiki puluhan entitas konsesi di Riau yang terindikasi terlibat pembakaran lahan diluar PT LIH yang kasusnya ditangani Bareskrim Polri.

Inisial perusahaan itu yakni PT SPM, PT SPA, PT SRL (IV), PT HSL, PT SRL, PT AA, PT RRL, PT SSL, PT RPT, PT RUJ, PT DRT, PT RAP, PT MMJ, PT SS, PT SDA, PT P (SG), PT SG, PT EI, Kop, PT PU, PT GMS, PT PSA, PT SG, PT AIP, PT P (AB).

"Ini entitas konsesi yang diindikasikan melakukan pembakaran, jadi target pemeriksaan," tegas Menteri Siti Nurbaya di kantornya.

Mantan Sekjen DPD RI itu memaparkan analisis wilayah area kebakaran menurut laporan posko UPT dan analisis citra satelit ada perbedaan. Laporan posko UPT mendata 5.492,82 ha lahan terbakar di Sumatera dan 2.519,42 di Kalimantan. Total Sumatera-Kalimantan 8.00324 ha.

Sementara hasil citra satelit terdapat sebaran kebakaran yang lebih luas, yakni 52.985 hektar si Sumatera dan 138.008 di Kalimantan. Total Sumatera-Kalimantan versi citra satelit 191.993 hektar.

Usai kebakaran lahan dan kasusnya belum diketahui kelanjutan, PT RLL kembali membuat heboh masyarakat Pulau Bengkalis. Berbekal izin HTI PT RRL tahun 1998, saat ini perusahaan tersebut mematok perkebunan masyarakat di dua kecamatan di Pulau Bengkalis, yaitu Kecamatan Bantan dan Kecamatan Bengkalis.

Saat ini setidaknya 8 desa yang selama ini membuka lahan kebun kelapa dan karet menjadi gusar atas kehadiran perusahaan yang mematok kebun mereka. Lahan gambut yang ada di Pulau Bengkalis selama ini satu-satunya harapan yang menopang kelanjutan hidup masyarakat di Pulau Bengkalis.

"Sepantasnya Pemkab Bengkalis belajar dari daerah lain. Saat ini dinas terkait seperti membela perusahaan, ini ada apa?," ujar Wak Den, salah seorang warga Kecamatan Bantan. [**red]