Ini Masid 1000 Pintu yang Unik, Tempat Ziarah Tanpa Cahaya

Jumat, 26 Juni 2015 - 00:00:00 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Berada tak jauh dari Jakarta, tepatnya di Kampung Priuk, Tangerang, Banten, Masjid Agung Nurul Yaqin begitu terkenal sampai luar daerah. Terang saja, masjid ini unik karena memiliki banyak pintu di dalamnya.

Usut boleh usut, masjid ini dibangun pertama kali pada tahun 1978 dan sampai saat ini masih terus dibangun. Dinamakan 1.000 pintu karena masjid ini terdiri dari banyak pintu. Ya, untuk masuk ke dalam ruang utama, wisatawan harus melalui banyak pintu yang telah disediakan.

Masjid 1.000 pintu memiliki 3 lantai. Lantai 1 dikhususkan untuk ruang zikir. Sedangkan lantai dua dan tiga dikhususkan untuk salat, pengajian dan kegiatan agama lainnya.

Para peziarah terutama akan datang pada saat hari-hari kebesaran Islam, atau saat menjelang bulan Ramadan.

Ratusan peziarah yang terlihat ini, pada umumnya berasal dari Bandung, Kerawang, Jakarta. Selain itu, ada juga berbagai peziarah dari Kalimantan dan Aceh.

H. Abdul Karim, salah seorang pengurus di masjid tersebut mengungkapkan, kebanyakan para peziarah memilih untuk datang ke masjid Nurul Yaqin ini pada saat hari besar Islam seperti Maulid Nabi, Isra dan Miraj, juga saat menjelang puasa Ramadan.

"Banyak juga para peziarah yang datang pas acara hari besar islam untuk mengikuti acara tersebut," ungkapnya.

Bayati (36), salah seorang peziarah asal Kelender, Jakarta Timur, mengaku, dirinya sengaja  datang besama rombongan pengajian majelis taklim di tempatnya untuk berziarah di masjid pintu seribu ini, karena penasaran dengan keunikan masjid ini.

Selain itu, menurut Bayati, cerita yang didapat dari peziarah sebelumnya, menyebutkan, di tempat itu tak boleh menyalakan cahaya saat berziarah, juga mengundang rasa kepenasarannya.

"Konon katanya dalam berjiarah kita tidak boleh menerangkan cahaya sedikit pun. Jadi seolah-olah kita berada di dalam kubur dengan keadaan gelap gulita," tuturnya.

Masjid pintu seribu ini, didirikan tahun 1978 oleh almarhum Syekh al Bakhir mahdi, yang meninggal pada 1 Ramadhan 2012 lalu. Selanjutnya, kepengurusan masjid berpintu seribu ini dilanjutkan oleh keempat putra almarhum, yakni Khairul Zaman, Khainul Yakin, Fatwa Paku Alam, dan  Khairullah.

Alamrhum Syekh al Bakhir Mahdi adalah salah satu santri dari Syekh Hami Abas dari Rawa Bokor.

Masjid ini memiliki seribu pintu dan berdiri di atas tanah seluas 1 hektar. Awalnya, masjid ini hanya kumpulan jemaah majelis taklim di daerah Jatiuwung, Kota Tangerang.

Masjid Agung Nurul Yaqin  memang memiliki banyak sekali pintu. Tidak seperti masjid pada umumnya, masjid ini tidak memiliki kubah besar.

Di beberapa pintu  masjid dan pagar depan, tampak terlihat  angka 999. Angka ini menurut pengurus masjid, merupakan penggabungan jumlah nama Allah  dan nama sembilan wali (wali songo).

Di antara pintu-pintu masjid pintu seribu, terdapat banyak lorong sempit yang gelap gulita . Di ujung lorong ada beberapa ruang  bersekat-sekat hingga membentuk ruangan seperti mushola. Setiap ruangan (mushola) yang luasnya  adalah sekitar 4X3 meter diberikan nama. Ada mushola Fathulqorib, Tanbihul-Alqofilin, Durojatun Annasikin, Safinatu-Jannah, Fatimah hingga mushola Ratu Ayu.

Setiap lorong di masjid ini sudah dilengkapi dengan penunjuk jalan. Dan, salah satu ruang dari sekian banyak lorong itu menuju ruang bawah tanah yang disebut ruang tasbih. Ruang ini biasa digunakan oleh Al Faqir dan jamaah lainnya untuk beristiqomah.

Selain memiliki seribu pintu, di dalam  ruang bawah tanah masjid ini terdapat  tasbih berukuran sebesar kepala bayi yang berjumlah 99 butir tasbih yang bertulisan asmaul husna.
   
Sayangnya masjid pintu seribu ini masih banyak pembangunannya yang harus diselesikan. Masjid ini perlu uluran tangan pemerintah supaya pembangunan di masjid ini bisa terselesaikan.[bntn]