Gawat, Pasien BPJS Harus Membeli Obat Hingga 600 Ribu.

Rabu, 17 Juni 2015 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Ini bukan yang pertama kali terjadi, khususnya Pekanbaru yang dialami pasien peserta BPJS yang diharuskan membeli obat diluar dengan alasan apotik kehabisan stok obat. Pasien harus menelan kekecewaan karena harus menebus resep obat setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit seperti di Awal Bros Panam Pekanbaru.

Seperti yang dialami Ys dan Wt, yang berkali-kali merasa kecewa karena sejumlah obat yang diresepkan dokter hanya satu yang ditanggung BPJS, kondisi ini kerap kali dikeluhkan pasien lainnya.

"Sejak menjadi anggota BPJS kami selalu disuruh membeli obat, alasan pihak rumah sakit obat habis, obat yang kami beli bukannya murah, paling rendah hampir 200 an, kedatangan kami yang kedua kali ini justru sangat mengagetkan karena harus menebus 2 obat sekaligus dengan seharga sebesar 235.000 dan obat kedua seharga 600.000, obat pertama dengan terpaksa kami beli seharga 235.000. Namun untuk resep obat ke dua seharga 600.000 kami tangguhkan, karena kami sudah tak sanngup lagi, kami kira dengan masuk BPJS pengobatan sudah ditanggung ternyata tidak. Saya sempat bertanya kepada pihak rumah sakit, namun jawabannya sama bahwa tidak semua obat ditanggung BPJS, sementara yang saya beli ini obat dari resep dokter dan obat ini sesuai dengan penyakit yang ibu saya alami, kenapa saya harus beli," ungkap Ys.

Menurut Ys kepada Metroterkini.com, Rabu (17/6/15) mengatakan, bukan masalah nilai uangnya tetapi program BPJS sering dikeluhkan masyarakat, jika seperti ini terus, "sama saja kita berobat pribadi, sedangkan untuk masuk BPJS harus bayar, bukan kami saja yang mengalami hal seperti ini namun pasien yang lain juga sering mengeluhkannya".

Karena tidak terima, akhirnya Ys dan Wt mengadukan hal ini kepihak BPJS, setelah mengisi Form pengaduan, staf BPJS yang bernama Yuli tidak memberi komentar apa-apa. Menurut Yuli, beliau harus minta penjelasan tentang double klaim terkait permasalahan pasien peserta BPJS yang terjadi di Rumah Sakit Awal Bros Panam. Yuli terlihat beberapa kali menelpon pihak rumah sakit Awal Bros bernama Andi. Namun tidak bisa karena saat itu Andi lagi tidak berada di Rumah Sakit tersebut.

Dengan demikian Ys dan Wt juga kecewa dengan sikap Yuli yang terkesan tidak ramah dan tidak dapat memberikan kenyamanan kepada pasien anggota BPJS.

Saat Metroterkini.com minta penjelasan, staf bagian pengaduan bernama Yuli, beliau tidak bisa memberikan jawaban dengan alasan yang sama, namun Yuli berjanji hari Kamis akan memberi jawaban atas keluhan Ys dan Wt. 

Harapan Ys dan Wt, jika ada pasien yang mengalami hal yang sama jangan takut mengadukan hal ini kepihak BPJS jalan Sudirman bagian pengaduan dilantai 2, 

"Bagi pasien peserta BPJS mengalami hal seperti saya, adukan hal ini kepihak BPJS bagian pengaduan lantai 2 dan saya juga berharap pihak BPJS melayani kami dengan baik dan ramah agar kami puas dengan layanan BPJS ini, karena kami sudah cukup dikecewakan dengan kinerja BPJS dilapangan," tutup Ys. [ina]