Asyiknya Berwisata ke Perkebunan Teh Peninggalan Belanda

Selasa, 02 Juni 2015 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +


Metroterkini.com -  Indonesia telah lama dikenal sebagai salah satu negara penghasil teh. Tapi tahukah Anda bahwa di seluruh Indonesia, hanya Jawa Barat yang memiliki perkebunan teh yang paling banyak dibandingkan provinsi lain?

Dilansir Viva.co.id, 78 persen perkebunan teh Indonesia ada di Jawa Barat. Itu karena struktur tanah, topografi dan air di daerah ini paling cocok untuk menanam pohon teh. Tak heran jika di zaman penjajahan dulu, Belanda sengaja mengonsentrasikan perkebunan teh di Jawa Barat.

Salah satu yang terbesar ialah Perkebunan Teh Dewata yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Ciwidey, Bandung. Perkebunan teh seluas 600 hektar peninggalan Belanda itu kini menjadi milik PT KBP Chakra sejak tahun 1958 dan dikelilingi cagar alam Gunung Tilu dengan luas mencapai 3000 hektar serta menjadi rumah bagi berbagai hewan liar seperti elang dan harimau Jawa.

Perkebunan teh tersebut juga merupakan perkebunan spesialis teh hijau yang banyak diekspor ke berbagai negara di Eropa. "Karena letaknya hampir 2000 meter di atas permukaan laut, maka kualitas pohon tehnya pun semakin sehat. Di sini juga tidak ada polusi udara," ujar Teguh Kustiono, Direktur PT KBP Chakra saat ditemui beberapa waktu lalu di Perkebunan Teh Dewata.

Untuk mencapainya, dibutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan. Karena letaknya sangat tinggi dan melewati jalan penuh bebatuan yang menanjak juga berkelok-kelok, maka siapa pun yang ingin berkunjung ke sana harus naiki mobil yang biasa digunakan untuk off-road.
Sepanjang jalan, Anda akan merasakan udara dingin pegunungan. Selain itu, adrenalin dijamin akan terpacu karena Anda akan diajak membelah hutan lewat jalan bebatuan yang terjal.

Tapi lewat dari setengah perjalanan, mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang luar biasa indah. Sejauh mata memandang, hanya terlihat hamparan kebun teh mepesona yang dari jauh terlihat seperti karpet hijau yang menyelimuti bukit-bukit.
Sesekali terlihat rumah-rumah sederhana tempat tinggal penduduk setempat yang hampir seluruhnya bermatapencaharian sebagai pemetik teh atau karyawan pabrik teh.

Ada banyak perkebunan teh yang dikelola berbagai perusahaan. Namun, Anda harus bersabar karena Perkebunan Teh Dewata berada paling tinggi dibandingkan perkebunan lain. Sesampainya di sana, Anda bisa memulai kegiatan memetik teh bersama para pemetik yang menggunakan topi caping dengan menggendong keranjang teh.

Anda akan diajari cara memetik daun teh yang tepat yaitu memetik pucuk daun atau dua atau tiga daun dari bagian pucuk. Jangan kaget betapa cepatnya mereka bekerja karena satu orang saja bisa memetik hingga 60 kilogram daun teh per hari.[vva]