Fasilitas Kurang, UN Sistem Online Batal Dilaksanakan

Senin, 13 April 2015 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Ujian Nasional (UN) di hari pertama yang berlangsung serentak Senin (13/4/15) masih di lakukan secara manual di seluruh sekolah menengah atas di Kabupaten Lombok Tengah. Kepala SMA Negeri 1 Praya, Lalu Juanda,  mengatakan pelaksanaan UN tetap di laksanakan secara serius Oleh semua siswa. Adanya informasi UN bukan menjadi persyaratan kelulusan, tidak menjadi kendala bagi seluruh siswa untuk giat belajar, karena siswa dan guru sama sekali mengharapkan nilai yang bagus sebagai modal  masuk ke perguruan tinggi negeri.

"Tidak menjadi kendala lantas siswa harus malas malasan untuk belajar," katanya.

Mantan Kepala SMPN 1 Praya ini mengatakan, dari jumlah 273 orang siswa, 1 orang yakni Baiq Nabila Muftia Utami, tidak bisa mengikuti UN tahun ini, karena masih mengikuti pertukaran pelajar di Amerika, yang di berangkatkan oleh sekolah guna mewakili Propinsi NTB. UN akan di lakukan pada tahun pelajaran yang akan datang. 

"Dia akan ikuti UN pada  tahun depan dan sudah menjadi kesepakatan antara sekolah bersama orang tua, "katanya.

Menurutnya, di hari pertama UN dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Geografi tetap menggunakan sistem manual, lantaran sistem online belum bisa di laksanakan karena sarana dan prasarana komputer belum ada. "Mudah mudahan tahun depan sistem online sudah bisa kita gunakan,"harapnya.

Sejauh ini SMA 1 Praya, satu satunya sekolah  SMA 1 yang memang sudah di tunjuk sebagai salah satu sekolah  pelaksana UN dengan sistem online, namun secara keseluruhan di NTB belum mampu melaksanakan hal ini, rata -rata di karenakan belum adanya fasilitas pendukung. 

Sementara itu Kepala Dikpora Lombok Tengah HL. Idham Halid, mengakui kurangnya fasilitas pendukung penyebab tidak di laksanakannya UN secara online di kabupaten Lombok Tengah. Persoalan UN yang bukan menjadi syarat kelulusan tidak menjadi kendala bagi seluruh siswa yang sedang ujian, sebab targetnya bukan lulus tapi nilai yang bagus. "UN tetap berjalan sukses seperti tahun - lalu," katanya.

Dari data yang ada lanjutnya, sebanyak 10.748 orang siswa, yang terdaftar mengikuti UN tahun ini di Lombok Tengah, sedangkan yang tidak bisa mengikuti UN belum ada laporan masuk.
Menyinggung masalah adanya informasi kebocoran soal, maupun kunci jawaban UN, pihaknya mengaku belum mendapat laporan tentang hal tersebut. Persoalan isu kebocoran soal maupun berdarah kunci jawaban hampir setiap UN berkembang tapi hingga saat ini tidak ada bukti.

"Tahun dulu juga beredar isu seperti ini, tapi tidak terbukti"katanya sambil mengaku sudah keliling melakukan pemantauan ke beberapa sekolah yang sedang UN. [ls]