Susi Pudjiastuti Targetkan RI Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar

Ahad, 09 November 2014 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti, menargetkan Indonesia sebagai eksportir terbesar ikan hias di dunia, mengalahkan Spanyol dan Jepang.

"Potensi sumberdaya alam ikan hias kita cukup besar tapi memang belum digali secara optimal, di pasar ASEAN saja kita harus bersaing ketat dengan Malaysia dan Singapura," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulis, Minggu (9/11/14).

Slamet mengungkapkan, secara global Indonesia berada di peringkat ketiga dunia sebagai pengekspor ikan hias di dunia setelah Spanyol dan Jepang.

"Nilai ekspornya saat ini mencapai Rp 1,7 triliun (per tahun) tapi masih didominasi ikan hias air tawar padahal potensi ikan hias laut sangat besar tapi belum optimal," ungkapnya.

Volume produksi ikan hias selama periode 2010-2013 mengalami peningkatan rata-rata 18,9% per tahun yakni 650 juta ikan hias pada 2010 dan mencapai 1,137 miliar ikan hias pada 2013.

Untuk menjadi penguasa eksportir ikan hias di dunia, pihaknya akan melakukan berbagai upaya, seperti penguatan produksi dengan menyediakan induk ikan hias unggul.

"Strategi lainnya yakni dengan meningkatkan permodalan untuk memajukan usaha budidaya. Di sini diperlukan dukungan perbankan," katanya.

Slamet menambahkan, strategi lain yakni menciptakan hilirisasi industri ikan hias. "Kita harus ciptakan pemasaran dari produk ikan hias. Bila hilirisasi terwujud maka untuk menjadi eksportir ikan hias terbesar dunia bukan suatu hal yang mustahil," jelasnya.

Untuk mendukung penerapan strategi tersebut, Ditjen Perikanan Budidaya (DJPB) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) melakukan penyediaan induk dan benih unggul antara lain: BBPBAT Sukabumi (koi, maskoki, arwana, cupang, manfish, sumatra, balasark dan coridoras), BBPBL Lampung (kuda laut dan clown fish), BBAT Jambi (arwana, botia, belida, benih jelawat dan benih kapiat), BBAP Situbondo (benih kerapu tikus), BBL Ambon (angel piyama, banggai cardinal, blue devil, mandarin fish dan clown fish), BBAT Mandiangin (koi, komet, arwana dan belida) dan BBAT Tatelu, Sulawesi Utara (siklid, komet, maskoki, dan koi).

"DJPB juga membentuk kawasan minapolitan ikan hias di Kabupaten Blitar, Jawa Timur sehingga melalui pengembangan suatu kawasan yang terintegrasi, pihak perbankan akan lebih mudah dalam memberi akses permodalan," tutupnya. [rrd-dt]