Diduga Depresi Akibat Diabetes, IRT Gantung Diri


Diduga Depresi Akibat Diabetes, IRT Gantung Diri
07 Januari 2017

Metroterkini.com - Pendek betul pikiran Eka Darmianti (29) warga Jalan Bengkalis, RT 004 RW 002, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Bengkalis yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri dalam kamarnya, Sabtu (7/1/2017) pagi, sekitar pukul 8.30 WIB.

Keluarga dan para tetangga tak menduga korban akan senekat itu mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri.

Informasi dari Kapolres Bengkalis melalui Paur Humas, Ipda Zulkifli menyebutkan, dari oleh TKP yang dilakukan Sat Reskrim Polsek Bengkalis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Untuk sementara, penyebab kematian korban karena gantung diri. Korban nekat gantung diri diduga karena depresi akibat penyakit diabetes yang tak kunjung sembuh.

Korban dan suaminya Sapriadi (33) sudah dikaruniai seorang anak
Muhammad Chiko Fairel (3). Mereka serumah dengan Nurbaya ibu kandung korban. Sementara Sapriadi bekerja sebagai kuli bangunan.

Hanya saja, Eka beberapa bulan belakangan ini menderita penyakit diabetes. Demikian juga dengan ibunya juga sakit tapi masih bisa jalan.

Seperti pagi tadi, sekitar pukul 7.30 WIB, seperti biasa korban memberi makan anaknya. Sementara suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan mempersiapkan peralatan kerja sebelum berangkat kerja ke Desa Kelapapati.

Setelah suami korban berangkat ke Kelapapati, Nurbaya pergi ke dapur mengambil air minum untuk Fairel.

Saat melintas di depan kamar korban yang berjarak beberapa meter dari dapur, Nurbaya melihat anaknya tergantung dalam kamar.

Melihat kondisi korban tergantung ibu korban langsung menjerit dan menangis.

Mendengar jeritan Nubaya, para tetangga terkajut dan mendatangi rumah korban.

Nubaya kemudian memberitahukan kepada tetangga bahwa Eka tergantung dengan menggunakan kain panjang yang diikatkan di kayu yang melintang di atas kamar.

Namun, tetangga takut menurunkan Eka yang saat itu diduga sudah tak bernyawa.

Sekira pukul 08.30 WIB datang Karim, paman korban ke TKP. Karim yang tinggal di Jalan Bantan, Desa Senggor, tak tega menyaksikan korban tergantung. Dengan dibantu warga, Karim kemudian menurunkan korban dengan cara memotong kain tersebut.

Berseleng beberapa menit kemudian, datang personel polisi dari Polsek Bengkalis. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (Olah TKP). Selain dua kain panjang yang dijadikan satu digunakan untuk gantung diri, di TKP juga ada 2 buah kursi yang ditumpuk. Kursi ini diduga digunakan untuk menggapai kayu tempat dimana ujung kain diikatkan.

Menurut keterangan suami korban, korban pernah jatuh dari sepeda motor dan mengalami luka- luka. Pasca terjatuh tersebut menderita penyakit diabetes dan mengeluh kesakitan dibagian kaki.

Menurut Sapriadi, dua hari lalu dia membawa istrinya berobat ke dokter Kasim. Dari pemeriksaan dokter diketahui bahwa kadar gula korban mencapai 340. Selain itu, korban juga pernah berobat dengan dukun kampung.

Sementara itu, Karim paman korban kepada polisi menjelaskan, saat didapatinya korban tergantung dengan posisi kaki korban tidak menyentuh lantai kurang lebih 20 cm.

Hasil dari olah TKP tidak di temukan adanya tindakan kekerasan di bagian tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal akibat gantung diri akibat depresi dengan penyakit yang di deritanya saat ini.

Usai memeriksa kondisi korban, memeriksa saksi, polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa kain panjang yang di gunakan korban untuk melakukan bunuh diri. [rdi]


Kunjungi Juga Versi Mobile di m.metroterkini.com


loading...
IKLAN ANDA INDEX
Berita Terkait INDEX
loading...
comments powered by Disqus
Penerbit PT Metro Gemilang Mediatama Website www.metroterkini.com NPWP: 71.890.640.7-216.000 Telepon : 085265681110 Bank : Bank Riau Kepri No Rek. Giro : 144-08-00268 an PT Metro Gemilang Mediatama Pertama Online: 10-10-2010 Pimpinan Umum/Redaksi : Nasruddin H Syahri Direktur Utama : Samsul Bahri Pimpinan Perusahaan: Pangestu Utomo Sekretaris Redaksi : Enalita, S.Kom Redaktur Kompartemen I: Rudi Redaktur Kompertemen II: Basyar Redaktur Kompartemen III: Enna Ombusmen : Kasdi Albasyiri, Tun Akhyar Penasehat Hukum : Yuherwan Lebonk, SH Tim Liputan Pekanbaru : Patrison, Tomo, Syamsul, Kampar : Ali Halawa, Rohil: Sunggul Manulang, Mustar M, Rohul: Sudirman, Bengkalis : Rudi PP, Meranti : Dicari, Siak: Darwis, Kuasing : Fauzi, Pelalawan : Basya, Juansyah Butarbutar, Nahar Efendi, Inhu : Setia Tampubolon, Inhil : Loly, Dumai : Eddy Liputan Nasional Kontributor Jakarta : Syahnoer, Jawa Timur: Much. Nurcholis [Ponorogo], Jambi : Inro Kisinger, Bengkulu : Dicari, Lampung: Dicari, Padang : Kartari, Syamsul, NTB : Lalu Sibawaeh, Pesisir Selatan : Folo FF, Sulawesi : Andi Hakim, Kalimantan : Rima Rachmawan, Bali : Made Ningsih, Riko, Bangka Belitung : Muchlis, Sumut : Hidayat, Medan : Dedi Tambun, Tebingtinggi : Alex Siahan, Siantar : Judika, Kepri : Edy Gunawan, Tanjung Pinang : Luhut, Solo : Marsono, Bandung : Ramlan. Kontributor Luar Negeri Thailand : Syarah Pink, Hongkong : Lian Sing, Timur Tengah : Ali Anafiah, Singapura : Madar Koto Wartawan/kontributor www.metroterkini.com dilengkapi surat keterangan dan ID Card dan namanya tercantun di box redaksi. Jika ada yang mengaku wartawan tanpa ID Card dan surat tugas dari redaksi silakan hubungan hotline: 085265681110