Ignasius Jonan Pantau PLTU Tenayan di Pekanbaru


Ignasius Jonan Pantau PLTU Tenayan di Pekanbaru
18 Desember 2016

Metroterkini.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Minggu (18/12/16) melakukan cek perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan di Pekanbaru, Riau, pasalnya progress pembangunan proyek kelistrikan berkapasitas 2 x 110 megawatt (MW) itu sudah mencapai 95 persen.

Diharapkan, Beroperasinya PLTU Tenayan dapat memperkuat sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumagut) khususnya Riau. PLTU Tenayan Unit 1 dapat beroperasi komersial (COD) pada Januari 2017, dan PLTU Tenayan Unit 2 dapat menyusul COD Maret 2017.

Apabila PLTU Tenayan beroperasi, maka akan ada tambahan 220 MW, ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi pasokan listrik di Riau. Saat ini, Provinsi Riau masih mengalami defisit pasokan tenaga listrik dengan beban puncak 225,08 MW. Sedangkan pembangkit listrik hanya mampu memasok 190,8 MW, sehingga terjadi defisit.

PT PLN (Persero) menyiasati hal ini dengan mengambil pasokan sebesar 32,2 MW dari Sub Sistem Sumbagut. Untuk mengatasi defisit listrik ini Pemerintah juga mendorong para produsen CPO (Crude Palm Oil) memiliki pembangkit mandiri.

"Pertumbuhan kebutuhan listrik di Riau mencapai 9 persen per tahun, dengan beroperasinya PLTU Tenayan Unit 1 dapat beroperasi komersial (COD) pada Januari 2017, dan PLTU Tenayan Unit 2 dapat menyusul COD Maret 2017," kata Jonan melalui keterangan tertulis Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama. pada media.

Jonan meminta pasokan batubara untuk PLTU Tenayan terjamin, dia juga mengingatkan, ketersediaan dan keberlanjutan bahan baku harus menjadi perhatian utama. 

"Juga dicarikan alat agar konsumsi energi dari 900 gr per KWH menjadi 500 gr per kwh sehingga lebih efisien, agar tarif listriknya lebih baik," kata Jonan.[basya/kp]


Kunjungi Juga Versi Mobile di m.metroterkini.com


loading...
IKLAN ANDA INDEX
Berita Terkait INDEX
loading...
comments powered by Disqus